TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41226-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (237kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41226-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41226-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (228kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41226-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (435kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41226-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (380kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41226-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (427kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41226-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (205kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41226-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (240kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41226-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Ketahanan pangan rumah tangga petani tidak selalu terjamin meskipun mengusahakan komoditas bernilai ekonomi tinggi seperti bawang merah. Fluktuasi pendapatan, keterbatasan sumber daya, dan tekanan pangan mendorong rumah tangga menerapkan berbagai strategi coping untuk mempertahankan konsumsi pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi coping yang diterapkan rumah tangga petani bawang merah, mengukur tingkat ketahanan pangan menggunakan Coping Strategy Index (CSI), serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi ketahanan pangan rumah tangga. Penelitian dilakukan di Desa Tamberu Laok, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang dengan melibatkan 95 rumah tangga petani bawang merah yang dipilih menggunakan metode simple random sampling. Analisis data dilakukan melalui pemeringkatan strategi coping, pengukuran ketahanan pangan menggunakan CSI dan analisis regresi logistik biner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi coping yang paling dominan adalah mengonsumsi stok benih untuk musim tanam berikutnya, diikuti mengonsumsi pangan yang lebih murah atau kurang disukai, memanfaatkan tanaman pekarangan, membatasi pengeluaran konsumsi non-esensial, dan mencari bantuan pangan dari pihak lain. Berdasarkan nilai CSI, sebanyak 56% rumah tangga tergolong tahan pangan, sedangkan 44% masih berada pada kategori rawan pangan. Hasil regresi logistik biner menunjukkan bahwa luas lahan dan kepemilikan tanaman pekarangan konsumsi berpengaruh positif dan signifikan terhadap peluang rumah tangga berada pada kondisi tahan pangan. Sebaliknya, jumlah anggota keluarga dan modal sosial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ketahanan pangan rumah tangga. Temuan penelitian menegaskan bahwa peningkatan ketahanan pangan rumah tangga petani tidak hanya bergantung pada nilai ekonomi komoditas yang diusahakan, tetapi juga dipengaruhi oleh karakteristik rumah tangga, penguasaan sumber daya, serta strategi adaptasi yang diterapkan dalam menghadapi tekanan pangan.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM AHMAD BASYAR ALI VANDEGA |
| Department | Agribisnis |
| Uncontrolled Keywords | ketahanan pangan; Coping Strategy Index (CSI); regresi logistik biner; rumah tangga petani; bawang merah |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agribisnis |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 00:50 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:27 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/35402 |
