TRUNOJOYO-Tugas Akhir-13607-14.01.111.00010_ABSTRACT_TOC.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (402kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-13607-14.01.111.00010_COVER.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-13607-14.01.111.00010_CHAPTER 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (384kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-13607-14.01.111.00010_CHAPTER 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (504kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-13607-14.01.111.00010_CHAPTER 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (445kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-13607-14.01.111.00010_CONCLUSION.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (149kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-13607-14.01.111.00010_REFERENCES.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (361kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-13607-14.01.111.00010_APPENDICES.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (44kB)
Abstract
Main hakim sendiri merupakan perbuatan pidana, maka terhadap pelaku dapat
dipertanggungjawabkan atas pebuatan yang dilakukan. Perbuatan main hakim
sendiri merupakan perwujudan ketidakpercayaan dan kekecewaan pelaku terhadap
penyelesaian yang diberikan oleh pengadilan atas suatu kasus tertentu. Di
Indonesia khususnya KUHP belum mengatur secara khusus tentang delik main
hakim sendiri, dan dalam hal ini bukan berarti KUHP tidak dapat diterapkan
dalam tindakan main hakim sendiri. Dalam tindakan main hakim sendiri biasanya
dapat dikenakan sanksi dalam Pasal 170 KUHP tentang kekerasan dan Pasal 351
KUHP tentang penganiayaan. Dalam terjadinya main hakim sendiri terdapat hak
pelaku, yang berubah menjadi korban yang dilanggar. Peran seseorang yang
mempermudah terjadinya perbuatan main hakim sendiri itulah yang membuat
maraknya kasus main hakim sendiri dalam lingkungan masyarakat. Selain itu juga
kurangnya pemahaman masyarakat dengan hukum. Hak korban yang dilanggar
oleh pelaku terdapat dalam Pasal 5 ayat (1) Undang-undang Nomor 31 Tahun
2014 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 13 Tahun 2006 tentang
Perlindungan Saksi dan Korban.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian normatif, penelitian hukum normatif
yaitu menemukan kebenaran koherensi, adakah aturan hukum sesuai dengan
norma hukum dan adakah norma yang berupa perintah atau larangan yang sesuai
dengan prinsip hukum. Penelitian ini menggunakan pendekatan perundangundangan.
Penelitian skripsi ini mempunyai rumusan masalah yaitu hak-hak
korban yang mana yang dilanggar oleh pelaku tindakan main hakim sendiri.
Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian ini adalah menunjukkan, bahwa
perlunya pemenuhan terhadap hak-hak korban yang sudah dilanggar oleh massa
yang main hakim sendiri. Dalam hal ini awalnya korban adalah yang diduga
pelaku kejahatan yang kemudian menyebabkan timbulnya main hakim sendiri
yang dilakukan oleh masyarakat. Dalam tindakan main hakim sendiri tanpa
melalui proses hukum yang berlaku masyarakat langsung menghakimi pelaku
sehingga pelaku tersebut berubah menjadi korban tindakan main hakim sendiri.
Kata Kunci : main hakim sendiri, perbuatan pidana, masyarakat
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM SHOLATUL NOVILAH |
| Department | Ilmu Hukum |
| Uncontrolled Keywords | Keywords: vigilante, criminal acts, society |
| Divisions | Fakultas Hukum > S1 - Ilmu Hukum |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 00:49 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:27 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/35398 |
