TRUNOJOYO-Tugas Akhir-22333-170111100082_ABSTRACT_TOC.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (167kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-22333-170111100082_COVER.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-22333-170111100082_CHAPTER 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (337kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-22333-170111100082_CHAPTER 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (411kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-22333-170111100082_CHAPTER 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (466kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-22333-170111100082_CONCLUSION.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (165kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-22333-170111100082_REFERENCES.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (300kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-22333-170111100082_APPANDICES.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (163kB)
Abstract
ABSTRAK
Perubahan keempat UUD NRI Tahun 1945, kembali menempatkan negara Indonesia kearah sistem pemerintahan Presidensial, yang didalamnya Presiden memiliki jabatan sebagai kepala negara juga sebagai kepala pemerintahan, sehingga Presiden memiliki kedudukan yang sangat kuat. Sebagaimana amanat dalam Pasal 10 UUD NRI Tahun 1945 bahwa Presiden sebagai kekuasaan tertinggi dalam Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara sehingga Presiden memiliki kekuasaan penuh atau Hak Prerogatif dalam menjalankan kewenangannya dibidang pertahanan dan keamanan Nasional, termasuk dalam hal pengangkatan jabatan Panglima TNI, mengingat Panglima TNI bertanggung jawab kepada Presiden. Namun adanya ketentuan peraturan dibawah UUD NRI Tahun 1945 yakni dalam Pasal 13 ayat (2) Undang-undang Nomor 34 Tahun 2004 Tentang TNI dan Pasal 17 Undang-undang Nomor 3 Tahun 2002 Tentang Pertahanan Negara telah memperlemah kewenangan Presiden melaksankan Hak Prerogatifnya dalam hal pengangkatan Panglima TNI yang mengharuskan adanya persetujuan DPR. Penelitian ini merupakan penelitian normatif, dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan (Statute Aproach) dan pendekatan konseptual (conseptual approach) serta analisis menggunakan metode deduktif.Hasil penelitian ini seharusnya dengan dianutnya sistem pemerintahan presidensial oleh Negara Indonesia, maka Presiden memiliki hak Prerogatif khususnya dalam Pengangkatan Panglima TNI sebagai amanat Pasal 10 UUD NRI Tahun 1945, namun sebagai wujud pelaksanaan mekanisme checks dan balances hak tersebut dibatasi dengan memperlibatkan lembaga lain didalamnya yakni “persetujuan DPR”. Sehingga saran penelitian ini yakni wujud dengan dianutnya sistem pemerintahan Presidensial oleh Indonesia maka seharusnya Pengangkatan Panglima TNI menjadi kewenangan Prerogatif yang dimiliki oleh Presiden sebagaimana amanat Pasal 10 UUD NRI Tahun 1945, hal ini agar tidak adanya celah intervensi yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan serta melakukan revisi terhadap UU Nomor 3 Tahun 2002 Tentang Pertahanan Negara dan UU Nomor 34 Tahun 2004 Tentang Tentara Nasional Indonesia dengan mempertahankan Hak Prerogatif Presiden.
Kata Kunci: Hak Prerogatif Presiden, Pangkatan Panglima TNI, Sistem Presidesial.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM DEWI RETNO SARI |
| Department | Ilmu Hukum |
| Uncontrolled Keywords | Hak Prerogatif Presiden, Pangkatan Panglima TNI, Sistem Presidesial. |
| Divisions | Fakultas Hukum > S1 - Ilmu Hukum |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 00:44 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:27 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/35379 |
