TRUNOJOYO-Tugas Akhir-22310-170111100106_Abstract_Toc.pdf
Download (188kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-22310-170111100106_Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (473kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-22310-170111100106_Chapter 1.pdf
Download (408kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-22310-170111100106_Chapter 2 docx.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (461kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-22310-170111100106_Chapter 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-22310-170111100106_Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (136kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-22310-170111100106_References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (316kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-22310-170111100106_Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (522kB)
Abstract
Investasi berbasis syariah berkembang melalui media financial technology (Fintech) syariah dengan model Equity crowdfunding yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan modal usaha perikanan salah satunya PT InFishta Digital Indonesia (InFishta) yang menyediakan jasa equity crowdfunding dibidang perikanan yang menggunakan akad berbasis syariah. Penelitian hukum ini bertujuan untuk memperoleh kejelasan kesesuian dan ketepatan akad yang digunakan dalam praktik investasi syariah melalui InFishta. Metode penelitian ini menggunakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan analitis (analytical approach).
Hasil penelitian ini adalah InFishta tidak sesuai dengan fatwa DSN-MUI Nomor: 117/DSN-MUI/II/2018, kedudukan akad wakalah tidak jelas (gharar), tidak terpenuhi rukun dan syarat shighat, dan syarat ujrah menyebabkan akad bathil (batal), maka seharusnya memperjelas kedudukan akad memenuhi rukun dan syarat akad dan harus mematuhi fatwa. Akad dalam investasi syariah InFishta, terjadi percampuran akad murabahah dan akad mudharabah yang dikenal dengan bai’taini fi bai’ah (dua transaksi dalam satu akad) yang dilarang oleh Jumhur Ulama karena bersifat fasid (rusak), sehingga menimbulkan gharar pada akad, maka sebaiknya hanya menggunakan akad mudharabah saja. Tidak terpenuhi syarat sah modal, nisbah dan syarat shighat pada akad mudharabah menyebabkan batalnya akad oleh karena itu, sebaiknya dipenuhi rukun dan syarat sahnya.
Gharar pada objek akad murabahah karena tidak ada dan tidak bisa diserahterimakan saat akad, oleh karena itu sebaiknya tidak ada penundaan waktu penyerahan sertifikat pendanaan dan terjadi jual beli ba’i al- inah yang haram dilarang Hukum Islam, maka InFishta harus berhati-hati dalam menggunakan akad pada layanannya untuk menghindari unsur larangan muammalah dan jual beli yang dilarang.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM SITI NUR HAFIFAH |
| Department | Ilmu Hukum |
| Uncontrolled Keywords | investasi syariah, fintech syariah, akad, gharar, baitaini fi bai’ah |
| Divisions | Fakultas Hukum > S1 - Ilmu Hukum |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 00:23 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:27 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/35305 |
