TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32412-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (118kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32412-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32412-Chapter 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (228kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32412-Chapter 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (426kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32412-Chapter 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (217kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32412-Chapter 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (437kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32412-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (119kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32412-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (209kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32412-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (983kB)
Abstract
Desa Pangarengan merupakan desa yang terletak di Kecamatan Sampang Kabupatem Sampang. Secara geografis Desa Pangarengan berada di daerah pesisir Pantai. Hal itu membuat masyarakat mungkin untuk menjadi daerah penghasil garam. Analisis ini bertujuan untuk menggali dan menganalisis hasil produksi garam di Desa Pangarengan, dengan melihat dari perspektif akad Muḍharabah dalam bentuk kerjasama antara pihak modal dan pihak pengelola. Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif dengan menggunakan metode penelitian lapangan (field rreseach) yang bersifat deskriptif. Sumber data yag digunakan adalah data primer dan data sekunder. Sumber data primer diperoleh peneliti dengan melakukan wawancara secara langsung dengan informan, sedangkan data sekunder diperoleh dari bukubuku, jurnal, artikel yang berhubungan dengan peneitian ini.rnDari hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti menunjukkan konsep bagi hasil menggunakan sistem kepercayaan secara lisan tanpa menghadirkan saksi danrntanpa perjanjian batas waktu dan diakhiri rata-rata pembagian 2/3 pemilik lahan dan 1/3 penggarap lahan serta kerugian ditanggung bersama untuk pemilik lahan jika terjadi kerusakan pada alat dan untuk penggarap jika terjadi kerusakan pada garam dan serangan hama . Para ulama membolehkan modal awal berupa barang dengan menjadikan nilai dari barang atau uang tersebut sebagai besaran modal yang disepakati pada saat akad oleh sḥahibul maal dan mudḥarib. Jangka waktu kerjasama juga tidak dibatasi sehingga menimbulkan ketidakjelasan diantara kedua belah pihak. Sehingga dianggap bertentangan dengan kerjasama mu’amalah (muḍharabah) yang harus jelas dan tidak mengandung ketidakpastian. Namun sistem bagi hasil ini tidak merugikan satu pihak karena pembagiannya seimbang.rnKata Kunci: Sistem bagi hasil; Muḍharabah; Petani garam
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM LAILATUS SYAKINAH |
| Department | Hukum Bisnis Syariah |
| Uncontrolled Keywords | Sistem Bagi Hasil,Mudharabah,Petani Garam |
| Divisions | Fakultas Ilmu Keislaman > S1 - Hukum Bisnis Syariah |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 18 Oct 2026 23:36 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:26 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/35140 |
