TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41120-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (225kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41120-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41120-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (468kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41120-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (324kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41120-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (216kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41120-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (419kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41120-Chapter5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (594kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41120-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (125kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41120-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (202kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41120-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (522kB)
Abstract
Paulus Stevanus Tiopan Simanjuntak. 190531100059. Program Studi Ilmu Komunikasi. Representasi Maskulinitas Adat Batak Toba pada Film Ngeri-Ngeri Sedap (Analisis John Fiske). Gender merupakan sistem simbolik yang membentuk identitas sosial seseorang. Laki-laki diidentikkan dengan karakter maskulin seperti kuat, rasional, dan dominan. Dalam konteks Indonesia, terutama budaya Batak Toba yang menganut sistem kekerabatan patrilineal, maskulinitas dilekatkan pada tanggung jawab sebagai penerus marga serta pencapaian nilai hamoraon (kekayaan), hagabeon (keturunan), dan hasangapon (kehormatan). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi maskulinitas adat Batak Toba dalam film Ngeri-Ngeri Sedap (2024) melalui pendekatan semiotika John Fiske. Film ini menceritakan pasangan orang tua Pak Domu dan Mak Domu yang dikaruniai empat anak. Konflik muncul ketika Pak Domu merasa dilema terhadap pilihan hidup anak-anaknya. Tindakannya dipengaruhi oleh ideologi patrilineal yang membuatnya merasa berhak menentukan masa depan anak-anaknya. Analisis difokuskan pada adegan-adegan penting untuk menafsirkan makna denotatif, konotatif, dan mitos yang tersembunyi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi maskulinitas dalam film Ngeri-Ngeri Sedap dibangun melalui sistem tanda pada tiga level semiotika John Fiske, yaitu level realitas, level representasi, dan level ideologi. Maskulinitas ditampilkan sebagai sesuatu yang tidak tetap dan terus berubah melalui pertemuan nilai tradisional dan modern. Dominasi patriarki direpresentasikan melalui keluarga Pak Domu, di mana sosok ayah digambarkan sebagai pemegang kendali utama dan diperkuat budaya Batak Toba sebagai pengambil keputusan. Di sisi lain, film juga menampilkan perlawanan dari anggota keluarga lain yang mulai mempertanyakan otoritas tersebut serta menghadirkan gambaran maskulinitas baru yang lebih terbuka dan empatik. Hal ini menunjukkan bahwa ideologi maskulinitas terbentuk secara terstruktur dalam kehidupan keluarga, namun juga dapat dikritik melalui representasi dalam film.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM PAULUS STEVANUS TIOPAN SIMANJUNTAK |
| Department | Ilmu Komunikasi |
| Uncontrolled Keywords | Maskulinitas; Representasi; Ngeri-Ngeri Sedap; Batak Toba; Patriarki; Semiotika John Fiske |
| Divisions | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya > S1 - Ilmu Komunikasi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 18 Oct 2026 23:30 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:26 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/35115 |
