TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32406-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (266kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32406-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32406-Chapter 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (252kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32406-Chapter 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (410kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32406-Chapter 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (328kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32406-Chapter 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32406-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (228kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32406-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (221kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32406-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Penelitian ini membahas bân-ghibân dalam tradisi bhâkalan yang merupakan salah satu bentuk sastra lisan yang dapat ditelaah menggunakan teori semiotika Roland Barthes. Tradisi dalam suatu daerah tidak dapat dipisahkan dari keberadaan budaya yang selalu berhubungan dengan manusia sebagai pelestarinya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana makna dalam setiap bân-ghibân tradisi bhâkalan berdasarkan makna denotasi, konotasi, dan mendeskripsikan mitos yang melibatkan masyarakat sebagai pelestarinya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi, teknik wawancara, teknik dokumen, teknik pengalihan wacana lisan ke tulis dan teks dari hasil wawancara, dan teknik penerjemahan wacana lisan dari hasil wawancara, sehingga menghasilkan data sesuai objek yang diteliti. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan: 1) terdapat makna denotasi atau makna tingkat pertama yang bersifat faktual sebanyak 10 data yang didalamnya didominasi oleh jenis pelengkap dalam bân-ghibân yang berupa makanan mentah dan makanan matang, serta terdapat makna konotasi dengan pemaknaan tingkat kedua yang bersifat subjektif sebanyak 20 data dan maknanya hanya dipahami oleh masyarakat setempat yaitu Pasongsongan, perolehan data didominasi oleh jenis essena cemong yang pemaknaannya dipahami oleh tetuah sebagai ahli, dan 2) terdapat 20 data yang termasuk mitos turunan dari makna tataran kedua konotasi yang dianggap sebagai fakta dan dipercaya oleh masyarakat Pasongsongan untuk tidak pernah melanggar ketentuan yang sudah berlaku dari setiap bân-ghibân tradisi bhâkalan. Hasil tersebut didominasi oleh makna konotasi yang juga menjadi makna mitos, sehingga hasil tersebut memberikan gambaran bahwa dalam mitos tradisi bhâkalan sangat melekat terhadap kepercayaan masyarakat dan sangat pantang untuk dilanggar.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ISMAYANA |
| Department | Pendidikan BHS dan Sastra IND. |
| Uncontrolled Keywords | Bân-ghibân;Roland Barthes;Sastra Lisan;Semiotik;Tradisi Bhâkalan |
| Divisions | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > S1 - Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 18 Oct 2026 23:29 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:26 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/35113 |
