TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41109-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (7kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41109-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41109-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (152kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41109-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (125kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41109-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (666kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41109-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (80kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41109-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (71kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41109-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (450kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41109-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (155kB)
Abstract
Penelitian ini mengkaji jenis dan motif kata makian dalam bahasa Madura yang digunakan oleh mahasiswa di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya, Universitas Trunodjoyo Madura. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi terhadap percakapan alami dalam situasi informal serta wawancara dengan 15 informan mahasiswa yang merupakan penutur bahasa Madura. Tipologi dari Hughes (2006) digunakan untuk mengklasifikasikan jenis kata makian, sedangkan kerangka teori dari Andersson dan Trudgill (1992) digunakan untuk menganalisis motif penggunaannya. Dari 31 tuturan yang teridentifikasi, jenis kata makian yang paling sering muncul adalah yang berkaitan dengan latar belakang pribadi dan istilah hewan, diikuti oleh istilah yang berkaitan dengan penyakit mental, kotoran, penghinaan anatomi tubuh, penghinaan etnis, hubungan seksual, dan sumpah keagamaan. Dari segi motif, faktor sosial menjadi yang paling dominan, khususnya makian yang digunakan untuk menghina orang lain serta untuk mengekspresikan identitas dan solidaritas kelompok. Motif psikologis seperti kemarahan, kejengkelan, dan frustrasi terutama berfungsi sebagai pelepasan emosi, sedangkan motif linguistik muncul paling sedikit dan berfungsi sebagai penguat leksikal. Data wawancara juga menunjukkan bahwa mahasiswa lebih memilih menggunakan kata makian dalam bahasa Madura karena dianggap lebih ekspresif, singkat, dan mampu menyampaikan makna secara langsung dalam komunikasi. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan kata makian di kalangan mahasiswa bukan sekadar tindakan spontan, melainkan praktik sosiolinguistik yang memiliki fungsi emosional, sosial, dan linguistik.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM AJENG TRI NANDANINGATI |
| Department | Sastra Inggris |
| Uncontrolled Keywords | Madurese swear words; Sociolinguistics; student interaction |
| Divisions | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya > S1 - Sastra Inggris |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 18 Oct 2026 23:17 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:26 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/35068 |
