TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41106-Abstract.pdf
Download (303kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41106-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (774kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41106-Chapter1.pdf
Download (346kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41106-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (354kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41106-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (354kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41106-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (237kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41106-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (242kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41106-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (213kB)
Abstract
Hukum di Indonesia merupakan sebuah sistem yang ditetapkan oleh lembaga berwenang guna membatasi tingkah laku manusia, berisi perintah atau larangan untuk melakukan sesuatu. Dengan berkembangnya jaman, berkembang pula teknologi yang dapat memunculkan adanya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Semakin meningkatnya penggunaan teknologi informasi dan komunikasi terutama di media sosial menghasilkan berbagai jenis kejahatan berbasis siber (cybercrime). Indonesia memiliki Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yang bertujuan untuk mengawasi dampak dari perkembangan internet. Selain itu, Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi adalah Undang-Undang khusus yang mengatur pornografi. Oleh karena itu, penting untuk mengkaji bagaimana pengaturan kekerasan seksual Artificial Intelligence (AI) Deepfake Porn yang ada di Indonesia. Hal ini penting menganalisis pengaturan tindak pidana kekerasan seksual Artificial Intelligence (AI) (Deepfake porn) di Indonesia supaya memberikan manfaat dalam keilmuan hukum pidana terutama tentang kekerasan seksual. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif.rnPenelitian yang bertujuan untuk memperdalam pemahan konsep hukum terkait pengaturan kekerasan seksual berbasis elektronik dengan menggunakan artificial intelligence deepfake porn. Penelitian ini menggunakan pendekatan perundang-undangan (statute appoarch) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Pada penelitian ini peraturan perundang-undangan yang digunakan adalah UU ITE dan UU Pornografi. Penelitian ini menunjukkan bahwa teknologi kecerdasan buatan dapat mengubah bagian tubuh dengan sangat akurat sehingga hasilnya terlihat otentik. Untuk alasan ini, penggunaan kecerdasan buatan (AI) sangat berbahaya dalam arti yang sebenarnya, karena dapat melukai banyak orang jika digunakan secara tidak bertanggung jawab. Teknologi ini telah menimbulkan kekhawatiran serius mengenai potensi dan dampak negatif dari Deepfake, termasuk kemampuan untuk menipu penglihatan manusia dan masalah serius terkait dengan pemalsuan dan penyebaran konten pornografi palsu yang melibatkan tokoh terkenal. Oleh karena itu, di perlukan adanya pengaturan hukum dalam kekerasan seksual artificial intellegensi deepfake porn.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM FAUZIYAH ZEIN |
| Department | Ilmu Hukum |
| Uncontrolled Keywords | Pengaturan kekerasan seksual berbasis elektronik, deepfake porn AI |
| Divisions | Fakultas Hukum > S1 - Ilmu Hukum |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 18 Oct 2026 23:14 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:26 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/35056 |
