TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41094-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (71kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41094-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41094-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (329kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41094-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (349kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41094-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (417kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41094-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (256kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41094-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (253kB)
Abstract
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) me-lahirkan teknologi deepfake yang mampu memanipulasi gambar atau video se-hingga tampak asli. Teknologi ini sering disalahgunakan untuk membuat konten pornografi dengan menggunakan identitas orang lain tanpa persetujuan. Salah satu fenomena yang menjadi perhatian adalah pelaku deepfake bermuatan pornografi di SMAN 11 Semarang yang menimbulkan kerugian psikologis dan sosial bagi korban. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah pelaku deepfake porno-grafi telah memenuhi unsur tindak pidana menurut Pasal 4 Undang-Undang Nomorrn12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) serta bagaimana bentuk pertanggungjawaban pidana terhadap pelakunya.rnPenelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan pe-rundang-undangan dan konseptual. Bahan hukum diperoleh dari peraturan perun-dang-undangan, buku, jurnal, dan sumber hukum lain yang relevan, kemudian di-analisis secara kualitatif.rnHasil penelitian menunjukkan bahwa penyebaran deepfake bermuatan por-nografi telah memenuhi unsur tindak pidana karena termasuk bentuk kekerasan sek-sual nonfisik yang menyerang martabat dan kehormatan korban. Pelaku dapat dimintai pertanggungjawaban pidana karena terdapat unsur kesengajaan dalam pembuatan dan penyebaran konten tersebut. Pasal 4 UU TPKS dapat digunakan sebagai dasar hukum untuk menjerat pelaku deepfake pornografi sebagai bentuk kekerasan seksual digital.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM IBNO HAJAR |
| Department | Ilmu Hukum |
| Uncontrolled Keywords | Deepfake; Pornography; Criminal Liability; Digital Sexual Violence; Law Number 12 of 2022 concerning the Crime of Sexual Violence (UU TPKS |
| Divisions | Fakultas Hukum > S1 - Ilmu Hukum |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 18 Oct 2026 23:02 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:26 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/35014 |
