TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32372-Abstract.pdf
Download (11kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32372-COVER.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (800kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32372-Chapter1.pdf
Download (113kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32372-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (282kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32372-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (158kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32372-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (458kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32372-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (93kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32372-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (162kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32372-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (703kB)
Abstract
Tindak tutur ilokusi adalah tindak tutur yang bertujuan untuk menyampaikan sesuatu, dan menyuruh mitra tutur agar melakukan sesuatu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dan fungsi tindak tutur ilokusi dalam tuturan tokoh film animasi “Dhot Design” episode “Liburan ke Pantai”. Dalam penelitian ini, tindak tutur yang dianalisis menggunakan teori tindak tutur Searle (1969). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Sumber data penelitian ini berupa tuturan tokoh yang terjadi dalam film animasi. Data pada penelitian ini adalah tuturan ilokusi yang terjadi dalam tuturan tokoh film animasi. Prosedur penelitian ini ialah reduksi data, penyajian data, dan simpulan.rnHasil penelitian ini menunjukan bahwa ditemukan empat bentuk tindak tutur ilokusi yang terjadi dalam tuturan tokoh film animasi, yakni 1) bentuk direktif, 2) bentuk asertif, 3) bentuk ekspresif, dan 4) bentuk komisif. Bentuk yang mendominasi ialah direktif, karena banyak tuturan tokoh yang menghasilkan tindakan. Bentuk yang sedikit ditemukan ialah komisif, karena hanya ada dua tuturan tokoh yang bertujuan memberikan penawaran atau janji. Selanjutnya, ditemukan empat fungsi tindak tutur ilokusi, yakni 1) fungsi direktif, 2) fungsi asertif, 3) fungsi ekspresif, dan 4) fungsi komisif. Fungsi yang mendominasi adalah fungsi direktif. Penyebab fungsi direktif mendominasi ialah frekuensi tuturan didominasi oleh tuturan yang menghasilkan tindakan. Fungsi yang sedikit ditemukan adalah fungsi komisif. Penyebab Fungsi komisif sedikit ditemukan ialah frekuensi tuturan hanya ditemukan dua tuturan yang bertujuan memberikan penawaran atau janji. Penelitian ini juga dapat membantu siswa dalam meningkatkan keterampilan berbahasa, khususnya keterampilan berbicara. Selain itu, penelitian ini dapat membantu siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia Teks Drama KD 3.16, dan 4.16 agar siswa dapat maksud dan tujuan tuturan, serta hubungan interaksi antar-tokoh dalam teks drama. Simpulan dari pernyataan keseluruhan adalah adanya bentuk tindak tutur ilokusi berupa bentuk direktif, bentuk asertif, bentuk ekspresif, dan bentuk komisif serta fungsi yang ada pada setiap bentuk tindak tutur ilokusi.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM MOH. ZAINUL MUTTAQIN |
| Department | Pendidikan BHS dan Sastra IND. |
| Uncontrolled Keywords | tuturan tokoh, bentuk, fungsi, film animasi |
| Divisions | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > S1 - Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 18 Oct 2026 22:55 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:26 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/34986 |
