TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41086-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (277kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41086-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41086-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (46kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41086-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (300kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41086-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (60kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41086-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (752kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41086-Chapter5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (448kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41086-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (50kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41086-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (39kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41086-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (753kB)
Abstract
Endang Kurnia, NIM 220521100190. Program Studi Sosiologi. Konstruksi Sosial Masyarakat Kecamatan Bangkalan Menggunakan Merongghi (Moringa Oleifera) Pada Tradisi Kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konstruksi sosial penggunaan merongghi dalam tradisi kematian masyarakat Kecamatan Bangkalan. Fokus penelitian meliputi makna penggunaan merongghi, proses pelaksanaannya dalam pengurusan jenazah, serta bagaimana tradisi tersebut diwariskan dan dipertahankan oleh masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif.rn Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri dari pengurus jenazah, tukang bersih-bersih kuburan, sesepuh masyarakat, masyarakat yang pernah mendampingi keluarganya dalam tradisi kematian, dan ibu rumah tangga. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan teori konstruksi `sosial Peter L. Berger dan Thomas Luckmann yang meliputi proses eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa merongghi dimaknai sebagai simbol pembersihan, penghormatan kepada jenazah, serta bagian dari warisan budaya Masyarakat Bangkalan melalui tiga tahap. Pada tahap eksternalisasi, masyarakat mengekspresikan keyakinannya melalui praktik penggunaan merongghi dalam ritual kematian. Pada tahap objektivasi, praktik tersebut berkembang menjadi realitas sosial yang diterima sebagai bagian dari tata cara pengurusan jenazah. Selanjutnya, pada tahap internalisasi, nilai, makna, dan tata cara penggunaan merongghi diwariskan kepada generasi berikutnya melalui proses sosialisasi dalam keluarga dan masyarakat.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ENDANG KURNIA |
| Department | Sosiologi |
| Uncontrolled Keywords | Konstruksi Sosial; Merongghi; Tradisi Kematian |
| Divisions | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya > S1 - Sosiologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 18 Oct 2026 22:53 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:26 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/34979 |
