TRUNOJOYO-Tugas Akhir-13475-140421100139_Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (191kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-13475-140421100139_Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (264kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-13475-140421100139_Chapter I.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (301kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-13475-140421100139_Chapter II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (709kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-13475-140421100139_Chapter III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (539kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-13475-140421100139_Chapter IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-13475-140421100139_Chapter V.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (92kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-13475-refrences.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (9kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-13475-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (96kB)
Abstract
Industri batik dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat di Sampang, namun keuntungan tersebut tidak diimbangi dengan pengelolaan permasalahan yang ada lingkungan disekitar yang disebabkan oleh limbah cair organik dari proses produksi batik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyusun indikator – indikator pada model konseptual sustainable manufacturing yang menjadi prioritas pada proses produksi batik kondisi saat ini. Metode yang digunakan triple bottom line dengan memperhatikan 3 aspek penting planet, people dan enviromental. Dari hasil penelitian model konseptual sustainable manufacturing ini disusun dengan menggunakan influence diagram. Terdapat 3 aspek pada sustainable manufacturing proses produksi batik yaitu people, planet dan enviromental; dan 8 indikator yaitu penggunaan sumber daya, efisiensi bahan, minimasi penggunaan energi, pergeseran teknologi, cacat produksi, kesehatan dan keselamatan kerja, ketenagakerjaan, meminimasi limbah, daur ulang limbah dan kondisi keadaan lingkungan. Indikator paling penting bagi pembentukan sustainable manufacturing pada UKM Batik yaitu pada penggunaan sumber daya sebesar 44,13%, cacat produksi sebesar 43,1% dan kondisi keadaan lingkungan 42,18%. Untuk mengurangi pembuangan limbah pada produksi batik tulis dapat dilakukan beberapa cara, yaitu menggunakan zat warna naptol dan indigosol, sisa zat warna yang telah dilarutkan dapat digunakan kembali untuk proses pewarnaan berikutnya, sehingga dapat mengurangi penggunaan jumlah air untuk melarutkan zat warna, hal tersebut memiliki manfaat yakni mengurangi penggunaan air dan energi yang digunakan untuk mengoperasikan sanyo dan listrik yang digunakan, sisa pencucian sebelumya dapat digunakan kembali dengan dialirkan air menggunakan selang.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM NOVI PUTRI UTAMI |
| Department | Industri |
| Uncontrolled Keywords | Sustainable Manufacturing, Tripple Bottom Line, Influence Diagram |
| Divisions | Fakultas Teknik > S1 - Teknik Industri |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 18 Oct 2026 22:33 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:26 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/34906 |
