TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41050-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (129kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41050-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (829kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41050-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (216kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41050-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (292kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41050-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (241kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41050-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (213kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41050-Chapter5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (389kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41050-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (140kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41050-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (180kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41050-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (410kB)
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi perempuan pasca perceraian di Kabupaten Bangkalan yang mengalami tekanan emosional, sosial, dan psikologis akibat perubahan status hidup, sehingga menimbulkan krisis identitas dan menuntut adanya proses pemaknaan ulang terhadap diri dan kehidupannya. Penelitian ini bertujuan untuk menggali bagaimana komunikasi resiliensi membentuk identitas baru pada perempuan pasca perceraian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivisme dan jenis pendekatan fenomenologi interpretatif (Interpretative Phenomenological Analysis). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap tiga informan kunci serta tiga informan pendukung, kemudian dianalisis dengan teknik analisis data kualitatif model Creswell dan diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi resiliensi berlangsung melalui proses komunikasi intrapersonal (refleksi diri, dialog batin, dan pengelolaan emosi) serta komunikasi interpersonal (interaksi dengan keluarga, anak, dan lingkungan sosial), yang terwujud melalui lima praktik utama dalam Communicative Resilience Theory, yaitu afirmasi identitas dan relasi, reframing atau pemaknaan ulang, tindakan produktif, jaringan dukungan, dan mobilisasi sumber daya. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kelima praktik tersebut mengantarkan informan pada pembentukan identitas baru yang lebih mandiri, kuat, bertanggung jawab, dan percaya diri, menggantikan identitas sebelumnya yang berpusat pada peran sebagai istri. Dengan demikian, komunikasi tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyampaian pesan, tetapi juga menjadi mekanisme utama yang memungkinkan perempuan pasca perceraian bangkit, beradaptasi, dan membangun kembali identitas dirinya secara lebih positif dan berdaya.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM VADIAN ANNURRISA |
| Department | Ilmu Komunikasi |
| Uncontrolled Keywords | Komunikasi Resiliensi; Pembentukan Identitas; Perempuan Pasca Perceraian; Communicative Resilience Theory |
| Divisions | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya > S1 - Ilmu Komunikasi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 18 Oct 2026 22:11 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:26 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/34828 |
