TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41026-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (208kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41026-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (4MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41026-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (210kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41026-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (298kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41026-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (222kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41026-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (546kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41026-Chapter5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (770kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41026-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (166kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41026-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (190kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41026-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (461kB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan menganalisis konstruksi sosial masyarakat pada tradisi pernikahan malem sanga di Desa Sumberagung Kecamatan Plumpang Kabupaten Tuban, melalui tiga tahapan dalam konstruksi sosial yakni eksternalisasi, obyektivasi, dan internalisasi yang terjadi pada tradisi pernikahan malem sanga. Untuk mengkaji fenomena tersebut penelitian ini menggunakan teori konstruksi sosial yang dikembangkan oleh Peter L. Berger dan Thomas Luckmann. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Pemilihan informan dilakukan melalui teknik purposive sampling. Adapun data penelitian dikumpulkan melalui beberapa teknik yaitu, berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi pernikahan malem sanga di Desa Sumbergung terbentuk melalui proses eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Pada tahap eksternalisasi, masyarakat membentuk keyakinan bahwa malem sanga merupakan waktu yang baik untuk melaksanakan pernikahan dan menjadi alternatif ketika terjadi ketidaksesuaian weton. Pada tahap objektivasi, keyakinan tersebut dilembagakan dan diterima sebagai pedoman bersama dalam menentukan waktu pernikahan. Pada tahap internalisasi, nilai-nilai mengenai tradisi malem sanga diserap melalui sosialisasi dalam keluarga dan lingkungan masyarakat sehingga membentuk keyakinan serta mempengaruhi keputusan masyarakat dalam menentukan waktu pernikahan.Keberlangsungan tradisi ini didukung oleh pewarisan nilai budaya Jawa, legistimasi sosial, serta keyakinan bahwa malem sanga dapat membawa keberkahan dalam kehidupan rumah tangga.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM NILLA LAILATUL MUKAROMAH |
| Department | Sosiologi |
| Uncontrolled Keywords | Kata kunci: Konstruksi sosial, Tradisi, Pernikahan, Malem sanga/ Keywords:Social construction, Tradition, Marriage, Malem sanga |
| Divisions | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya > S1 - Sosiologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 18 Oct 2026 21:44 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:26 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/34728 |
