TRUNOJOYO-Tugas Akhir-13431-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (94kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-13431-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (192kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-13431-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (445kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-13431-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (462kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-13431-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (312kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-13431-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (378kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-13431-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (937kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-13431-Abstrak.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (197kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-13431-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (12MB)
Abstract
Abstrak Abstrak: Pemilihan bentuk deiksis sosial berpengaruh terhadap kesantunan berbahasa. Seorang penutur akan terlihat santun jika bentuk deiksis sosial yang digunakan sesuai dengan status sosial lawan tutur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menerapkan metode deskriptif yang mengkaji tentang deiksis sosial dalam komunikasi sehari-hari di pondok pesantren. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bentuk penggunaan deiksis sosial dan fungsi penggunaan deiksis sosial dalam komunikasi sehari-hari sebagai bentuk representasi kesantunan berbahasa di pondok pesantren Miftahul Qulub. Data penelitian berupa tuturan dalam komunikasi sehari-hari, Sedangkan sumber data penelitian adalah komunikasi sehari-hari santriwati di pondok pesantren. Data penelitian diperoleh dengan teknik simak libat cakap, teknik rekam, dan teknik catat. Data-data yang diperoleh dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data digunakan triangulasi teori. Berdasarkan hasil penelitian, bentuk deiksis sosial yang digunakan oleh santriwati sebagai bentuk kesantunan berbahasa yaitu bentuk deiksis sosial morfem dan bentuk deiksis sosial kata. Bentuk deiksis sosial morfem berupa -nah, -ah, -eh, tang-, dan din-. Bentuk deiksis sosial morfem ini digunakan ketika rujukan deiksis tersebut merujuk pada kepunyaan lawan tutur. Sedangkan bentuk deiksis sosial kata berupa abdinah, ajunan, sampiyan, kauleh, been, sengko’, abe’, dan abe’en.. Bentuk deiksis sosial ini digunakan santriwati berdasarkan pada status sosial lawan tutur. Fungsi deiksis sosial yang digunakan oleh santriwati sebagai bentuk kesantunan berbahasa yaitu efektivitas kalimat, pembeda tingkat sosial, dan sikap sosial kemasyarakatan. Fungsi yang paling banyak digunakan yaitu pembeda tingkat sosial, karena yang menjadi pertimbangan penggunaan deiksis sosial tersebut adalah latar belakang sosial rujukan bentuk deiksis. Kata kunci: deiksis sosial, kesantunan berbahasa, komunikasi sehari-hari, pondok pesantren
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM UMROTUL MAULIDA |
| Department | Pendidikan BHS dan Sastra IND. |
| Uncontrolled Keywords | deiksis sosial;kesantunan berbahasa;komunikasi sehari-hari;pondok pesantren |
| Divisions | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > S1 - Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 18 Oct 2026 21:43 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:26 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/34725 |
