TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40991-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (59kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40991-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (779kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40991-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (88kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40991-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (137kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40991-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (103kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40991-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (278kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40991-Chapter5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (826kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40991-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (15kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40991-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (131kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40991-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (521kB)
Abstract
Penelitian ini membahas praktik dual persona in political communication yang dilakukan oleh Azaleapute sebagai politisi perempuan Gen Z melalui dua akun Instagram, yaitu @azaleapute dan @mbakazalea. Fenomena penggunaan dua akun dengan karakter komunikasi berbeda menunjukkan adanya strategi pengelolaan identitas digital dalam membangun personal branding politik di media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis bagaimana praktik dual persona dibangun melalui self-disclosure, dramaturgi, dan personal branding dalam konteks komunikasi politik digital.rnPenelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi kualitatif. Data penelitian berupa unggahan feed Instagram periode Juni–Agustus 2025 yang terdiri atas 20 konten dari akun @azaleapute dan 13 konten dari akun @mbakazalea yang dipilih menggunakan purposive sampling. Analisis dilakukan menggunakan teori self-disclosure Derlega dan Berg, teori dramaturgi Goffman, serta konsep personal branding Peter Montoya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akun @mbakazalea didominasi oleh front stage dengan tingkat self-disclosure rendah yang berfungsi membangun kesan profesional, institusional, dan kredibel. Sementara itu, akun @azaleapute menampilkan kombinasi front stage dan constructed back stage dengan tingkat self-disclosure yang lebih tinggi sehingga membentuk citra yang lebih humanis, relatable, dan dekat dengan audiens. Temuan ini menunjukkan bahwa dual persona tidak merepresentasikan identitas yang terpisah, melainkan strategi komunikasi politik digital yang adaptif dalam mengelola kedekatan emosional sekaligus legitimasi publik. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya kajian komunikasi politik digital, khususnya mengenai praktik personal branding politisi perempuan Gen Z melalui media sosial.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM VINI VIDI AULIA DAFFA |
| Department | Ilmu Komunikasi |
| Uncontrolled Keywords | dual persona, komunikasi politik digital, personal branding, self-disclosure, Instagram. |
| Divisions | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya > S1 - Ilmu Komunikasi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 18 Oct 2026 21:05 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:25 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/34584 |
