TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32248-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (276kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32248-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32248-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (366kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32248-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (469kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32248-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (569kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32248-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32248-Chapter5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (726kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32248-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (285kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32248-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (407kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32248-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (639kB)
Abstract
Kartika Sari. 200521100031. Interaksi Simbolik Kepercayaan Geblakan Pada Tradisi Kematian Masyarakat Muslim Desa Kedungmentawar Kecamatan Ngimbang Kabupaten Lamongan. Program Studi Sosiologi. Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Budaya. Universitas Trunojoyo Madura.rnTradisi Geblakan merupakan kepercayaan pada tanggal kematian seseorang bisa ayah, ibu, mertua, kakek dan nenek. Setiap hari geblakan tiba keluarga yang ditinggal meninggal memiliki hari na’as sehingga harus mematuhi pantangan yang ada untuk menghindari musibah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi serta diperkuat oleh data primer dan data sekunder. Selain itu, pemilihan informan menggunakan purposive sampling dengan tiga kriteria. Untuk analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, penarik kesimpulan dan keabasahan data menggunakan teknik Triangulasi. Hasil dari penelitian ini, masyarakat muslim diperbolehkan untuk melakukan tradisi kematian geblakan karena tradisi tersebut tidak menyimpang dan negatif. Bilamana ada masyarakat tidak melakukan tradisi geblakan diperbolehkan karena berkaitan dengan kepercayaan masing-masing dan jika timbul ketidakyakinan sebaiknya tidak dilakukan serta tidak mendapatkan sangsi sosial. Untuk mengetahui hari geblakan dihitung dari penanggalan Jawa (Pahing, pon, kliwon, legi dan wage) dan penanggalan umum kemudian disatukan menghasilkan hari geblak. Selain itu, pantangan yang harus dipatuhi oleh masyarakat Desa Kedungmentawar Kecamatan Ngimbang Kabupaten Lamongan yaitu dilarang bepergian jauh, mengadakan hajatan, jual dan beli barang, menanam dan memanen tumbuhan. Beberapa masyarakat masih percaya pada barang-barang seperti cincin dan kalung sebagai jimat untuk penangkal musibah. Tidak hanya itu, masyarakat juga melakukan tradisi kematian geblakan ini ada yang benar-benar sangat patuh, ada masyarakat yang melanggar secara sengaja kemudian mematuhinya kembali dan masyarakat tidak ingin keluar dari tradisi geblakan. Terakhir, adanya proses interaksi yang dilakukan oleh masyarakat dalam melakukan tradisi kematian geblakan seperti ketika ada masyarakat yang lupa melanggar tradisi tersebut secara sengaja atau tidak disengaja maka tetangga lainnya akan mengingatkan. Hal tersebut kemudian muncul simbol dan makna sesuai dengan sudut pandang masing-masing individu yang melakukan.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM KARTIKA SARI |
| Department | Sosiologi |
| Uncontrolled Keywords | Interaksi Simbolik; Kematian; Masyarakat Muslim Lamongan; Tradisi geblakan. |
| Divisions | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya > S1 - Sosiologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 18 Oct 2026 20:51 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:25 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/34535 |
