TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32213-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32213-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (4MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32213-Chapter 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (249kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32213-Chapter 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (262kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32213-Chapter 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (437kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32213-Chapter 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32213-Chapter 5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32213-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (144kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32213-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (202kB)
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kebiasaan didalam masyarakat yang menganggap bahwa makam dari leluhur, tokoh agama, tokoh masyarakat memiliki pengaruh dan posisi istimewa dimasyarakat, hal tersebut membuat mereka mensakralkan makam-makam tersebut dan mendorong mereka untuk berziarah, berdoa dan beritual karena mereka menganggap bahwa yang sakral mampu membuat mereka ingat bahwa ada hal yang lebih lebih besar dari dirinya. Ritual pada konteks sakralitas muncul sebagai kebutuhan publik atau individu, makam yang dimaksud disini adalah makam dari Danyang.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, lokus penelitian di DesaGelap Kecamatan Laren Kabupaten Lamongan, dengan menggunakan teoriInteraksionisme simbolik dari George Herbert Mead dengan objek penelitian masyarakat Desa Gelap Kecamatan Laren Kabupaten Lamongan dengan fokus penelitian yang membahas mengenai pemaknaan kesakralan makam Mbah Gendung, tujuan dan bentuk-bentuk ritual yang biasa dilakukan masyarakat DesaGelap Kecamatan Laren Kabupaten Lamongan di makam leluhur Mbah Gendung. Kemudian dalam penelitian kali ini menemukan temuan hasil yang terungkap bahwa masyarakat memaknai bahwa Mbah Gendung dianggap sebagai tokoh leluhur yang memiliki karomah, sehingga kemudian menciptakan kesakralan dari masyarakat terhadap makam tersebut yang realitasnya dalam masyarakat makam Mbah Gendung itu sangat dikeramatkan dan berfungsi sebagai ruang budaya dan spiritual serta dijadikan kebebasan berekpresi dalam religiusitas, (ketaatan) pada masyarakat Desa Gelap. Dari pemaknaan-pemaknaan tersebut terciptalah ritual�ritual sebagai bentuk mengekspresikan diri mereka yakni (1) Bancakan (2) Udik�udikan (3) Panggang Ayam (4) Melekan atau Ngemit (5) Nyepi (6) Sangu Tanah (7) Do'a dari tiap-tiap ritual dan benda-benda yang digunakan didalamnya tersebut memiliki makna dan tujuannya masing-masing tergantung niatnya.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM MAR`ATUS SA`ADAH |
| Department | Sosiologi |
| Uncontrolled Keywords | Interaksionisme Simbolik; Makam; Ritual; Sakralitas |
| Divisions | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya > S1 - Sosiologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 18 Oct 2026 20:14 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:25 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/34402 |
