TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40840-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (235kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40840-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40840-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (219kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40840-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (228kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40840-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (180kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40840-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (258kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40840-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (248kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40840-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (423kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40840-Chapter5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (180kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40840-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (199kB)
Abstract
Penelitian ini mengkaji sistem sikap yang ditampilkan oleh para tokoh utama, atau yang merujuk pada mereka, dalam film horor The Conjuring: Last Rites. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis-jenis subsistem sikap yang terdapat dalam percakapan antar tokoh utama serta mengidentifikasi realisasi dari subsistem-subsistem sikap tersebut.rn Data dikumpulkan dari kata-kata atau frasa yang mencerminkan subsistem sikap yang diungkapkan oleh tokoh utama, dan dianalisis menggunakan sistem sikap yang diusulkan oleh Martin dan White (2005) yang dipadukan dengan kerangka realisasi yang digambarkan oleh Martin dan Rose (2007). Temuan menunjukkan bahwa subsistem afektif, terutama yang melibatkan ekspresi ketakutan dan rasa tidak aman, merupakan sumber daya sikap yang paling sering digunakan, sedangkan penilaian dan apresiasi lebih jarang digunakan untuk mengevaluasi perilaku karakter dan fenomena. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para tokoh utama terutama menggunakan ekspresi langsung untuk menyampaikan keadaan emosional mereka dalam situasi yang menakutkan atau membahagiakan, sedangkan ekspresi tidak langsung digunakan secara lebih halus untuk membangun ketegangan psikologis dan ketegangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan bahasa yang mencerminkan sikap dalam film horor memainkan peran penting dalam membentuk respons emosional penonton, yang menunjukkan bahwa analisis linguistik dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam mengenai bagaimana rasa takut dan ketegangan dibangun dalam film
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM M. HANIF FARUKHDIN |
| Department | Sastra Inggris |
| Uncontrolled Keywords | Attitudinal System, Horror, Movie, Realization, The Conjuring |
| Divisions | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya > S1 - Sastra Inggris |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 18 Oct 2026 18:26 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:25 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/33977 |
