PENGENDALIAN MUTU PROSES PRODUKSI MINYAK GORENG KELAPA SAWIT DI PT. SMART Tbk

TEGAR YUSUP RAMA IRAWAN (2024) PENGENDALIAN MUTU PROSES PRODUKSI MINYAK GORENG KELAPA SAWIT DI PT. SMART Tbk. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-32074-210331100034-Laporan PKL.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-32074-210331100034-Laporan PKL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Kelapa sawit merupakan salah satu komiditas hasil perkebunan yang
memiliki peran dalam kegiatan perekonomian di Indonesia. Luas areal perkebunan
kelapa sawit di Indonesia meningkat dari 10,01 juta hektar (2013) menjadi 12,3
juta hektar pada tahun 2017 atau meningkat sebesar (4,57%/tahun), sejalan
dengan hal itu produksi kelapa sawit Indonesia yakni CPO (Crude Palm Oil)
meningkat dari 27,75 juta (2013) menjadi 35,36 juta ton (2017) atau meningkat
(5,48%) (Azahari, 2019). Sebagai negara penghasil minyak sawit terbesar ketiga
di dunia, Indonesia mempunyai potensi yang besar untuk memasarkan minyak
sawit dan inti sawit baik di dalam maupun luar negeri. Pasar potensial yang akan
menyerap pemasaran minyak sawit (CPO) dan minyak inti sawit (PKO) adalah
industri fraksinasi/rafinasi (terutama industri minyak goreng). Produksi minyak
tanaman kelapa sawit bergantung pada ketebalan daging buah tanaman kelapa
sawit (mesocarp) dan ketebalan inti buah (endocarp). Ketebalan daging buah
(mesocarp) dan inti buah (endocarp) juga berbeda-beda tergantung jenis minyak
sawit yang digunakan, dan warna buah juga berbeda-beda tergantung jenis dan
umur tanaman kelapa sawit (Ikal Idris et al., 2020)
Proses pengolahan minyak kelapa sawit dimulai di stasiun penerima
tandan buah segar (TBS) yang dilengkapi dengan jembatan timbang, tempat
pemilahan dan pemuatan. Selanjutnya dilanjutkan ke tempat pemasakan
(sterilizer), stasiun perontokan (thresher), pada stasiun ini tandan kosong dan
brondolan akan terpisah, tandan kosong akan masuk kedalam mesin empty bunch
press dan brondolan akan masuk ke stasiun pemerasan (pressing), pada stasiun
pemerasan terdapat sampel padat dan cair, sampel padat berupa nut dan fiber
akan masuk ke dalam stasiun nut plant sedangkan sampel cair akan masuk ke
dalam stasiun pemurnian (clarification) (Hairiyah Sholikhah, 2023).

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
TEGAR YUSUP RAMA IRAWAN
Department Teknologi Industri Pertanian
Uncontrolled Keywords Minyak Goreng Kelapa Sawit ; Proses Produksi Minyak ; Mutu ; Pengendalian Mutu ; Standar Mutu minyak
Divisions Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 18 Oct 2026 18:21
Last Modified 24 Oct 2026 17:25
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/33960

Actions (login required)

View Item
View Item