EVALUASI KONDISI TERUMBU KARANG DI PERAIRAN BANGSRING UNDERWATER (BUNDER), KABUPATEN BANYUWANGI MENGGUNAKAN METODE POINT INTERCEPT TRANSECT (PIT)

Nanda Teguh Junianto (2024) EVALUASI KONDISI TERUMBU KARANG DI PERAIRAN BANGSRING UNDERWATER (BUNDER), KABUPATEN BANYUWANGI MENGGUNAKAN METODE POINT INTERCEPT TRANSECT (PIT). S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-32033-210341100024-Laporan PKL.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-32033-210341100024-Laporan PKL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (7MB)

Abstract

Indonesia memiliki wilayah laut sangat luas yang kini mencapai dua sepertiga luas wilayah keseluruhannya. Potensi Indonesia di bidang kelautan sangat besar dengan didukungnya wilayah lautnya. Salah satu potensinya adalah ekosistem terumbu karang. Namun, apabila ditinjau dari kondisi saat ini dimana marak terjadinya pembuangan limbah secara langsung, eksploitasi yang tidak terkontrol, serta fenomena ENSO yang terjadi baru-baru ini menyebabkan dampak yang buruk terhadap terumbu karang dan kehidupan lain didalamnya. Berdasarkan hasil survey pada tahun 2019 oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Coral Triangle Initiative (CTI), telah dilakukan monitoring kondisi terumbu karang pada 1153 stasiun seluruh Indonesia. Hasil menunjukkan bahwa hanya terdapat 6.42% terumbu karang dalam kondisi sangat baik. Sedangkan terumbu karang dengan kondisi baik 22.38%, kondisi cukup 37.38%, dan kondisi buruk memiliki persentase cukup besar yaitu sebesar 33.82% (Hadi et al., 2020). Data persentase menunjukkan bahwa kondisi terumbu karang Indonesia berada di kondisi yang krusial dan hal ini dapat berdampak terhadap ekosistem terumbu karang baik secara nilai dan fungsi ekologisnya. Dahulu, kondisi terumbu karang di perairan Bangsring Underwater ternilai rusak karena nelayan pada masa itu masih menggunakan bom untuk menangkap ikan. Seiring berjalannya waktu, para nelayan sadar sehingga memutuskan untuk melakukan rehabilitasi terumbu karang. Menurut Fattah et al., (2023) Bangsring Underwater (Bunder) adalah sebuah wisata bahari yang mengandalkan ekosistem terumbu karang dan terletak di Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur. Bangsring Underwater mulai dikelola oleh sekelompok nelayan pada tahun 2008 dan diresmikan pada tahun 2014 dengan konsep ekowisata. Pengelolaan ekosistem terumbu karang telah dilakukan mulai tahun 2008 hingga 2020 yang menghasilkan tambahan 3,5 ha kawasan terumbu karang hidup. Bertambahnya kawasan terumbu karang di Bangsring Underwater membuka potensi besar dalam bidang wisata bahari seperti snorkling dan diving. Disisi lain pemeliharaan kondisi terumbu karang juga menjadi tanggung jawab yang harus dijalani sehingga perlu dilakukan sebuah kegiatan evaluasi kondisi terumbu karang.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
Nanda Teguh Junianto
Department Kelautan
Uncontrolled Keywords Ekologi Terumbu Karang ; Kondisi Ekosistem Terumbu Karang ; Bangsring Underwater ; Metode Point Intercept Transect (PIT) ; Parameter Oseanografi
Divisions Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 18 Oct 2026 17:56
Last Modified 24 Oct 2026 17:25
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/33849

Actions (login required)

View Item
View Item