TRUNOJOYO-Proceeding-21933-202108311039-Upaya mengggerakkan perekonomian Masy pada Masa Pandemi.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Sejak akhir tahun 2019, pandemi yang disebabkan oleh virus corona desease (pandemi
Covid-19) mengejutkan masyarakat dunia dan mengakibatkan terpuruknya berbagai sektor
perekonomian. Upaya penanggulangan dan pencegahan penyebaran covid-19 melalui
pembatasan aktifitas masyarakat sangat berpengaruh pada aktifitas bisnis dan berimbas pada
perekonomian, tidak terkecuali di Indonesia. Catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Republik
Indonesia memperlihatkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2020
sebesar -2,07%. Kinerja pembangunan ekonomi lainnya pun turut melemah, seperti naiknya
tingkat pengangguran terbuka (TPT), angka kemiskinan hingga rasio gini. TPT nasional pada
Agustus tahun 2020 sebesar 7,07%, meningkat tajam dari tahun 2019 yang sebesar 5,28%.
Persentase penduduk miskin pada September tahun 2020 sebesar 10,19%, meningkat dari
September 2019 yang sebesar 9,22%. Pun demikian dengan Rasio Gini (kesenjangan
pendapatan), semula sebesar 0,380 di September tahun 2019 menjadi 0,385 di September
tahun 2020.<br>
Perekonomi semua daerah juga terdampak Pandemi Covid-19, tidak terkecuali
Kabupaten Gresik. Sektor-sektor perekonomian yang tidak bisa dilakukan atau dikurangi
karena pembatasan aktifitas sosial masyarakat, seperti pariwisata, perdagangan (offline),
transportasi, konstruksi, industri, menjadi terpuruk. Padahal, sektor-sektor tersebut
merupakan sektor yang mendominasi perekonomian Kabupaten Gresik (Gambar 1).
Karenanya, tidak mengherankan jika pertumbuhan sektor-sektor dominan tersebut
berkontraksi hebat (Gambar 2) dan diakhir tahun 2020 tercatat pertumbuhan ekonomi
Kabupaten Gresik sebesar -3,68%.<br>
Indikator pembangunan lain turut terpuruk. Berdasarkan data Badan Pusat Statitik
Gresik dan Jawa Timur tahun 2019 dan serta Bappeda Jawa Timur Tahun 2020, TPT Kabupaten
Gresik tahun 2020 sebesar 8,21%, meningkat dari tahun 2019 yang sebesar 5,54%. Pun
demikian dengan persentase penduduk miskin yang semula sebesar 11,35% di tahun 2019
menjadi 12,49% di tahun 2020. Jika dibandingkan dengan angka Provinsi Jawa Timur, yang
bisa diasumsikan sebagai angka rata-rata kabupaten/kota se Jawa Timur, besaran TPT
maupun persentase kemiskinan Kabupaten Gresik relative lebih tinggi. Di tahun 2020, TPT
Provinsi Jawa Timur sebesar 5,84%, sementara persentase penduduk miskinnya sebesar
11,09%.<br>
Berdasarkan penjelasan di atas, maka sudah sepantasnyalah jika upaya menggerakan
ekonomi masyarakat Kabupaten Gresik menjadi agenda yang sangat urgen. Upaya tersebut
bukan hanya untuk memulihkan perekonomian, namun juga mengembakannya untuk
mengejar ketertinggalan dengan kondisi ekonomi rata-rata di Provinsi Jawa Timur. Tulisan ini
menguraikan model/strategi pengembangan ekonomi yang bisa dilakukan oleh setiap
stakeholders pembangunan, khususnya pemerintah daerah, dalam melakukan upaya
tersebut. Strategi tersebut dirumuskan melalui analisis konten berbagai literatur atau data
sekunder dari studi pustakan.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM Dr. Kurniyati Indahsari, M.Si. |
| Department | Ekonomi Pembangunan |
| Uncontrolled Keywords | PEREKONOMIAN; COVID-19 |
| Divisions | Fakultas Ekonomi dan Bisnis > S1 - Ekonomi Pembangunan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 18 Oct 2026 17:53 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:24 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/33838 |
