TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32003-ABSTRACT.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (289kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32003-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32003-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (190kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32003-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (311kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32003-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (488kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32003-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (208kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32003-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (281kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32003-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (384kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32003-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (595kB)
Abstract
Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu jenis tanaman hortikultura yang berasal dari asia tengah sebagai tanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan beberapa manfaat. Menurut Hartoyo (2020) bawang merah mengandung quercetin sebagai bahan obat herbal. Permintaan pasar terhadap pemenuhan kebutuhan bawang merah terus mengalami peningkatan setiap tahunnya namun belum dapat diikuti oleh peningkatan produksinya (Saidah et al., 2019). Peningkatan produktivitas yang kurang maksimal ini salah satunya dikarenakan faktor mahalnya harga umbi sebagai bibit dan risiko penularan penyakit. Oleh karena itu diperlukan teknik budidaya untuk mengatasi kendala bibit yakni TSS (True Shallot Seed). Budidaya bawang merah TSS perlu memperhatikan umur transplanting yang tepat untuk pertumbuhannya yaitu 30 HSS, 35 HSS, dan 40 HSS. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dari umur transplanting pada pertumbuhan tanaman bawang merah. Tahapan penelitian meliputi persemaian, persiapan lahan, transplanting, pemeliharaan, pemanenan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur transplanting berdasarkan Analysis of Variance menunjukkan hasil yang berpengaruh nyata pada tinggi tanaman (14 – 28 HST), jumlah daun (14 – 28 HST), persentase hidup, dan tidak berpengaruh nyata pada tinggi tanaman 7 HST), jumlah daun (7 HST), diameter calon umbi serta panjang akar. Pada umur transplanting 40 HSS menunjukkan rerata tertinggi pada pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, persentase hidup, diameter calon umbi dan panjang akar.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM DEVI NUR LAYLY |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | Bawang Merah, TSS, Umur Transplanting |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 18 Oct 2026 17:42 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:24 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/33781 |
