TRUNOJOYO-KP-21919-180351100067-180351100067 PKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract
Indonesia adalah negara yang memiliki lautan sangat luas dengan
sumberdaya perikanan yang cukup tinggi. Sebagai negara kepulauan terbesar di
dunia, wilayah Indonesia terdiri dari dua pertiga ialah lautan (samudera) dengan
wilayah daratan mencakup 17508 pulau dibatasi oleh garis pantai sepanjang
81.000 km. Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia (ZEEI) seluas 2,7 juta km, Zona
Ekonomi Eklusif Indonesia (ZEEI) merupakan suatu zona yang dapat
dimanfaatkan dan dikelola potensi sumberdaya alamnya (Murdjijo F. X,
2001).Kekayaan laut Indonesia sangat banyak, salah satu contoh yaitu, teluk Prigi
yang terletak di Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Propinsi Jawa
Timur merupakan kawasan yang sangat potensial untuk dikembangkan dalam
berbagai bentuk termasuk sektor perikanan. Tempat ini merupakan salah satu
pusat usaha perikanan di pantai selatan Jawa Timur (Budiarti, 2012).
Pelabuhan Perikanan Nusantara Prigi terdapat beberapa alat tangkap
seperti payang, gill net, set net dan lainnya. Alat tangkap yang diharapkan untuk
meningkatkan hasil tangkapan adalah payang. Payang merupakan pukat kantong
yang digunakan untuk menangkap gerombolan ikan permukaan (pelagic fish).
Amry et al., (2017) menyatakan bahwa untuk menentukan metode penangkapan
(fishing method) yang tepat harus didasari pengetahuan tentang perilaku ikan
(fish behaviour) dan keadaan perairan. Pengetahuan tentang fish behaviour
merupakan kunci dari suatu metode yang umum telah diketahui, juga untuk
mengetahui metode yang baru. Alat tangkap payang memberikan kontribusi yang
sangat besar dalam hal meningkatkan kesejahteraan nelayan karena hasil
tangkapan yang didapatkan sangat banyak untuk sekali melakukan tangkapan
(Kurniawan et al., 2013).
Payang merupakan alat tangkap yang efektif untuk menangkap ikan-ikan
pelagis yang bersifat bergerombol. Alat tangkap payang merupakan alat tangkap
aktif karena pengoperasiannya mengurangi daya gerak ikan sehingga ikan tidak
dapat melarikan diri dan tertangkap (Wibowo, Kunto; Adrim, 2013). Lama waktu
pengoperasian nelayan payang hanya satu hari (one day fishing). Terlaksananya
Praktik Kerja Lapang (PKL) yang di Pelabuhan Perikanan Nusantara Prigi,
Trenggalek bermaksud untuk mengetahui teknik pengoperasian alat tangkap
payang dan kontruksi alat tangkap payang yang dioperasikan oleh nelayan Prigi.
Praktik Kerja Lapang juga bisa menjadi wadah pembelajaran bagi mahasiswa
14
sehingga ilmu dan pengalamannya dapat berguna di dunia kerja sesuai
bidangnya.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ACHMADFAISALRIZQI |
| Department | Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Uncontrolled Keywords | ALAT TANGKAP IKAN; PAYANG; PELABUHAN PERIKANAN |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 18 Oct 2026 17:38 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:24 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/33765 |
