TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40789-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (191kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40789-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (417kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40789-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (233kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40789-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (288kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40789-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (277kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40789-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (409kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40789-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (192kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40789-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (222kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40789-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (408kB)
Abstract
Praktik bhubuwen dalam tradisi remoh merupakan budaya lokal yang masih dijalankan oleh masyarakat Desa Pernajuh sebagai sarana mempererat hubungan sosial. Dalam praktiknya, masyarakat melakukan pencatatan pemberian bantuan secara rinci sebagai dasar kewajiban timbal balik antarindividu. Pencatatan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pengingat, tetapi juga membentuk aturan sosial yang memengaruhi pola interaksi masyarakat. Fenomena ini menunjukkan bahwa praktik bhubuwen tidak hanya memperkuat hubungan sosial, tetapi juga berpotensi mereproduksi relasi kuasa yang memicu konflik sosial dalam masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teori Pierre Bourdieu yang meliputi konsep habitus, modal, arena, dan praktik sebagai pisau analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bhubuwen mengalami pergeseran menjadi kewajiban timbal balik yang semakin mengikat melalui sistem pencatatan. Pencatatan telah menjadi mekanisme kontrol sosial yang mereproduksi relasi kuasa dalam masyarakat Desa Pernajuh. Individu dengan modal yang kuat berada pada posisi yang dominan, sedangkan individu dengan keterbatasan modal berada pada posisi yang rentan akibat tekanan material dan simbolik. Kondisi tersebut memicu timbulnya konflik sosial terus tereproduksi dalam kehidupan masyarakat. Dengan demikian, pencatatan bhubuwen tidak hanya menjaga hubungan timbal balik, tetapi juga mereproduksi ketinpangan sosial secara halus dalam kehidupan masyarakat
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM HILDA SEPTIA SILVIANTI |
| Department | Akuntansi |
| Uncontrolled Keywords | Bhubuwen; Konflik sosial; Kekuasaan Simbolik; Pierre Bourdieu; Remoh |
| Divisions | Fakultas Ekonomi dan Bisnis > S1 - Akuntansi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 18 Oct 2026 17:32 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:24 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/33731 |
