TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40781-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (149kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40781-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (473kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40781-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (149kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40781-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (370kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40781-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (374kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40781-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (894kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40781-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (132kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40781-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (203kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40781-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (324kB)
Abstract
Ekosistem pesisir merupakan sistem yang saling terhubung dan berperan penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan laut serta menjadi habitat bagi berbagai organisme, termasuk gastropoda. Gastropoda dapat dimanfaatkan sebagai bioindikator karena sensitif terhadap perubahan kondisi lingkungan, sehingga kondisi ekosistem dapat diketahui melalui analisis struktur komunitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis dan komposisi spesies gastropoda, struktur komunitas berdasarkan parameter kepadatan, keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi, perbedaan kepadatan gastropoda antar ekosistem, serta faktor lingkungan habitat gastropoda pada ekosistem mangrove, pantai, lamun, dan terumbu karang di Desa Prancak, Kecamatan Sepulu, Kabupaten Bangkalan. Metode penelitian menggunakan transek kuadrat berukuran 1×1m2 dengan 10 transek pada tiga kali pengulangan sehingga diperoleh total 30 transek pada setiap ekosistem yang diletakkan secara sistematis mengikuti transek garis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 16 spesies gastropoda. Jumlah spesies tertinggi terdapat pada ekosistem mangrove dan pantai, masing-masing sebanyak 10 spesies, diikuti ekosistem terumbu karang sebanyak 8 spesies, sedangkan ekosistem lamun memiliki jumlah spesies terendah, yaitu 7 spesies. Perbedaan komposisi spesies pada setiap ekosistem menunjukkan adanya pengaruh karakteristik habitat terhadap keberadaan gastropoda. Ekosistem mangrove dan terumbu karang memiliki nilai indeks keanekaragaman (H') dan keseragaman (E) yang lebih tinggi serta indeks dominansi (C) yang lebih rendah, menunjukkan distribusi spesies yang lebih merata. Berdasarkan uji Kruskal Wallis, terdapat perbedaan kepadatan gastropoda yang signifikan antar ekosistem (p<0,001), dengan kepadatan tertinggi ditemukan pada ekosistem pantai. Perbedaan struktur komunitas gastropoda pada setiap ekosistem mencerminkan variasi kondisi lingkungan yang memengaruhi keberadaan gastropoda di masing-masing habitat.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ANUGRAH FIRDAUS |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | Gastropoda; Struktur Komunitas; Kepadatan; Keanekaragaman; Keseragaman; Dominansi |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 18 Oct 2026 17:23 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:24 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/33693 |
