TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40778-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (294kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40778-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40778-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (593kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40778-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (693kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40778-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (362kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40778-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40778-Chapter5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40778-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (192kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40778-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (466kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40778-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Tradisi Ruwah merupakan tradisi yang masih dilaksanakan masyarakat Dusun Urung-Urung, Desa Jatijejer, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus ungkapan rasa syukur atas kehidupan yang diberikan kepada masyarakat. Dalam pelaksanaannya, tradisi ini tidak hanya mengandung nilai budaya dan spiritual, tetapi juga berkaitan dengan upaya pelestarian lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana konstruksi makna tradisi Ruwah dalam pelestarian lingkungan pada masyarakat Dusun Urung-Urung. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dengan metode kualitatif dan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian meliputi pemerintah desa, tokoh adat, dan masyarakat yang terlibat aktif dalam pelaksanaan tradisi Ruwah. Informan dipilih secara purposive berdasarkan keterlibatan dan pengetahuan mereka mengenai tradisi tersebut. Sementara objek penelitian adalah konstruksi makna tradisi Ruwah dalam pelestarian lingkungan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan metode untuk memastikan interpretasi yang akurat.rnHasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi makna tradisi Ruwah dalam pelestarian lingkungan terbentuk melalui proses interaksi sosial yang berlangsung secara turun-temurun dalam masyarakat. Makna tersebut diwujudkan dalam empat bentuk utama, yaitu harmoni manusia dan alam, kepedulian lingkungan, gotong royong, serta sakralitas alam. Tradisi Ruwah menjadi media sosial yang membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga sumber air, melestarikan lingkungan, memperkuat solidaritas sosial, serta menghormati alam sebagai bagian penting dari kehidupan masyarakat. Temuan ini menunjukkan bahwa tradisi Ruwah berperan sebagai sarana komunikasi lingkungan yang mampu membentuk nilai dan perilaku pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM AFRILIA MUSTIKA DAMAYANTI |
| Department | Ilmu Komunikasi |
| Uncontrolled Keywords | Tradisi Ruwah; Konstruksi Makna; Pelestarian Lingkungan; Interaksionisme simbolik |
| Divisions | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya > S1 - Ilmu Komunikasi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 18 Oct 2026 17:20 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:24 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/33681 |
