MANAJEMEN KUALITAS AIR PADA PEMBENIHAN IKAN BANDENG (Chanos chanos) DI BBPBAP JEPARA JAWA TENGAH

FITRI SOFIA ROSANTI (2024) MANAJEMEN KUALITAS AIR PADA PEMBENIHAN IKAN BANDENG (Chanos chanos) DI BBPBAP JEPARA JAWA TENGAH. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-31950-210351100043-LAPORAN PKL.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-31950-210351100043-LAPORAN PKL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Indonesia adalah negara dengan memiliki hasil perikanan yang semakin meningkat. Indonesia mempunyai potensi hasil perikanan diperkirakan mencapai 546,50 ribu ton, dengan budidaya air tawar 1,32%, pada budidaya air payau 22,74% dan budidaya laut 2,28% dengan nilai total produksi sekitar 15,77 juta ton pada tahun 2020. Ikan Bandeng (Chanos chanos) merupakan salah satu ikan pangan yang terkenal di lingkungan masyarakat. Ikan bandeng ini termasuk jenis air tawar yang menjadi prospek baik di kalangan pasar. Permintaan ikan bandeng tiap tahunnya selalu mengalami peningkatan, baik untuk konsumsi lokal, ikan umpan bagi industri perikanan tuna, maupun untuk pasar ekspor. Kebutuhan bandeng untuk ekspor yang cenderung meningkat merupakan peluang usaha yang positif. Namun peluang tersebut belum dapat terpenuhi karena terbatasnya produksi dan diikuti tingginya konsumsi lokal. Data total produksi perikanan nasional ikan bandeng pada triwulan I-2022 mencapai 120,67 trilyun. Data tersebut menurun 0,74 persen dibandingkan triwulan yang sama pada tahun 2021 yaitu sebesar 121,57 trilyun (Jefri et al., 2022).
Ikan Bandeng (Chanos chanos, Forskal) merupakan salah satu komoditas yang strategis untuk memenuhi kebutuhan protein yang relatif murah dan banyak digemari oleh konsumen di Indonesia. Ikan Bandeng banyak digemari oleh sebagian besar masyarakat Indonesia karena memiliki kandungan gizi yang tinggi dan protein yang lengkap serta penting untuk tubuh. Zat gizi utama pada ikan antara lain protein, lemak, vitamin dan mineral, akan tetapi zat gizi ini tidak akan bernilai tinggi dan turun mutunya apabila tidak ditangani dengan baik setelah penangkapan atau pemanenan. Kandungan gizi pada setiap ikan akan berbeda beda tergantung pada faktor internal dan eksternal. Faktor internal berupa jenis atau spesies ikan, jenis kelamin, umur dan fase reproduksi pada ikan. Faktor eksternal berupa faktor yang ada pada lingkungan hidup ikan berupa habitat, ketersediaan pakan dan kualitas perairan tempat ikan hidup melalui kegiatan budidaya (Hafiludin, 2015).

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
FITRI SOFIA ROSANTI
Department Manajemen Sumberdaya Perairan
Uncontrolled Keywords Ikan Bandeng (Chanos chanos) ; Pembenihan Ikan ; Pemanenan dan Pemasaran ; Analisa Usaha
Divisions Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Manajemen Sumberdaya Perairan
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 18 Oct 2026 17:14
Last Modified 24 Oct 2026 17:24
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/33654

Actions (login required)

View Item
View Item