TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40766-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (126kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40766-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (992kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40766-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (381kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40766-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (305kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40766-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (149kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40766-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (482kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40766-Chapter5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40766-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (18kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40766-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (136kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40766-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (607kB)
Abstract
Meyshinta Aulia. 220531100143. Fenomena Self Disclosure Penyintas Gangguan Mental Pada Platform Tiktok Dalam Membentuk Identitas DirirnPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik Self Disclosure yang dilakukan oleh penyintas gangguan mental di media sosial TikTok dalam membentuk identitas diri. Fokus penelitian diarahkan pada pengalaman subjektif penyintas gangguan mental yang melakukan keterbukaan diri pada platform TikTok.rnPenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi Edmund Husserl untuk mengungkap kesadaran subjektif informan. Dengan subjek penyintas gangguan mental yang aktif melakukan keterbukaan diri pada TikTok. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi. Analisis data menggunakan pendekatan fenomenologi yang dikembangkan oleh John W. Creswell. Triangulasi pada penelitian ini menggunakan triangulasi data dan sumber.rnHasil penelitian menunjukkan bahwa praktik Self Disclosure yang dilakukan para informan memiliki bentuk dan cara keterbukaan yang beragam, mulai dari membagikan proses diagnosis, terapi, pemulihan, hingga pengalaman emosional sehari-hari. TikTok dimanfaatkan sebagai ruang untuk mengekspresikan diri, memperoleh dukungan emosional, membangun rasa keterhubungan dengan individu yang memiliki pengalaman serupa. Penelitian ini juga menemukan bahwa praktik Self Disclosure berkontribusi terhadap proses pembentukan identitas diri, di mana para informan yang sebagai penyintas gangguan mental mulai memaknai dirinya sebagai individu yang sedang pulih, maupun sebagai edukator kesehatan mental.rnrnKata kunci: Self Disclosure, Gangguan Mental, Tiktok, Identitas Diri, Penyintas, Fenomenologi, Media Sosial.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM MEYSHINTA AULIA |
| Department | Ilmu Komunikasi |
| Uncontrolled Keywords | Self Disclosure, Gangguan Mental, Tiktok, Identitas Diri, Penyintas, Fenomenologi, Media Sosial. |
| Divisions | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya > S1 - Ilmu Komunikasi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 18 Oct 2026 17:06 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:24 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/33606 |
