TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40750-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (202kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40750-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40750-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (228kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40750-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (330kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40750-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (240kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40750-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (337kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40750-Chapter5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40750-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (138kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40750-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (222kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40750-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dinamika pelestarian keris sebagai warisan budaya oleh para aktor di Kabupaten Sumenep serta menganalisis praktik pelestarian tersebut menggunakan teori praktik sosial Pierre Bourdieu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Informan penelitian dipilih secara purposive yang meliputi empu, budayawan, pengelola museum, pemerintah daerah, dan komunitas pecinta keris. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.rnHasil penelitian menunjukkan bahwa pelestarian keris berlangsung melalui pewarisan keterampilan pembuatan keris, perawatan dan penjamasan keris, kegiatan pameran dan museum, edukasi budaya, serta pemanfaatan media digital. Dalam perspektif praktik sosial Bourdieu, pelestarian keris terjadi melalui hubungan antara habitus, modal, dan arena. Habitus para aktor tercermin pada kebiasaan dan nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Modal budaya berupa pengetahuan tentang keris, modal sosial berupa jaringan antar aktor, modal simbolik berupa legitimasi dan penghargaan budaya, serta modal ekonomi berupa dukungan pendanaan menjadi sumber daya penting dalam pelestarian. Arena pelestarian meliputi museum, komunitas, pameran budaya, dan lembaga pemerintah sebagai ruang interaksi dan perebutan pengaruh antar aktor. Dinamika pelestarian juga menunjukkan adanya proses reproduksi budaya dan adaptasi terhadap perubahan sosial di tengah tantangan modernisasi dan minimnya regenerasi empu.rnPenelitian ini menyimpulkan bahwa keberlangsungan pelestarian keris di Kabupaten Sumenep sangat dipengaruhi oleh kemampuan para aktor dalam memanfaatkan berbagai bentuk modal serta membangun praktik sosial yang mampu mereproduksi nilai-nilai budaya keris secara berkelanjutan.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM FAIQOTUL FATIQOH |
| Department | Sosiologi |
| Uncontrolled Keywords | Dinamika;Pelestarian;Warisan Budaya;Keris;Sumenep |
| Divisions | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya > S1 - Sosiologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 18 Oct 2026 16:47 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:24 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/33529 |
