TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40722-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (668kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40722-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (4MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40722-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (215kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40722-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (301kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40722-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (249kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40722-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (759kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40722-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (177kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40722-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (230kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40722-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Friska RajaGukguk. 220511100012. English Study Program. An Analysis of Hyperbolic Language in Maybelline New York Advertisements.rnrnPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk hiperbola yang digunakan dalam iklan Maybelline New York serta menganalisis fungsi-fungsinya. Bahasa hiperbolik penting dalam periklanan karena menekankan kualitas produk dan menciptakan kesan yang kuat untuk menarik perhatian konsumen. Dengan menelaah penggunaan hiperbola, penelitian ini mengkaji bagaimana ungkapan-ungkapan yang dilebih-lebihkan digunakan untuk meningkatkan daya tarik produk kosmetik.rnPenelitian ini menggunakan desain kualitatif deskriptif sebagaimana dikemukakan oleh Creswell dan Creswell (2018). Data penelitian berupa 40 iklan Maybelline New York yang dikumpulkan dari Pinterest, yang dari data tersebut diidentifikasi sebanyak 63 ekspresi hiperbolik. Analisis bentuk-bentuk hiperbola didasarkan pada teori yang dikemukakan oleh Claudia Claridge (2011), yang mengklasifikasikan hiperbola ke dalam bentuk hiperbola satu kata, hiperbola frasa, hiperbola klausa, hiperbola numerik, hiperbola superlatif, hiperbola perbandingan, dan hiperbola pengulangan. Analisis fungsi hiperbola didasarkan pada teori yang dikemukakan oleh McCarthy dan Carter (2004), yang mengategorikan hiperbola ke dalam fungsi amplifikasi, afektif, dan interaktivitas. Data dianalisis menggunakan model interaktif oleh Miles dkk., (2014), yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan.rnHasil penelitian menunjukkan bahwa tujuh bentuk hiperbola ditemukan dalam data dengan total 63 kemunculan. Hiperbola frasa (22) merupakan bentuk yang paling sering muncul, diikuti oleh hiperbola numerik (13), hiperbola klausa (10), hiperbola satu kata (6), hiperbola pengulangan (6), hiperbola superlatif (5), dan hiperbola perbandingan (1). Dari segi fungsi, ditemukan tiga fungsi hiperbola. Amplifikasi (51) merupakan fungsi yang paling dominan, diikuti oleh afektif (8), dan interaktivitas (4). Hasil ini menunjukkan bahwa iklan Maybelline New York terutama menggunakan bahasa hiperbolik untuk memperkuat kualitas dan performa produk, sehingga meningkatkan daya persuasi serta menekankan efektivitas produk kosmetik yang dipromosikan.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM FRISKA RAJA GUKGUK |
| Department | Sastra Inggris |
| Uncontrolled Keywords | hyperbole, semantics, Maybelline New York advertisements |
| Divisions | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya > S1 - Sastra Inggris |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 18 Oct 2026 16:15 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:24 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/33396 |
