TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40716-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (262kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40716-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (800kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40716-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (403kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40716-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (413kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40716-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (320kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40716-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (4MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40716-Chapter5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (677kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40716-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (284kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40716-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (274kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40716-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (5MB)
Abstract
Perkembangan media digital menghadirkan berbagai macam hiburan baru yang banyak diminati Generasi Alpha, salah satunya konten Italian Brainrot di YouTube. Konten ini menampilkan karakter anomali, visual yang tidak logis, serta alur cerita yang cenderung tidak masuk akal, sehingga membentuk humor absurd dalam budaya digital internet. Tujuan dari penelitian ini untuk memahami bagaimana resepsi Generasi Alpha dalam menerima dan merespons konten tersebut sebagai bagian dari hiburan digital.rnTeori yang digunakan dalam penelitian ini teori resepsi Stuart Hall dengan tiga posisi penerimaan, yaitu dominan, negosiasi, dan oposisi. Subjek penelitian ialah Generasi Alpha yang dipilih usia 9–15 tahun dengan jumlah 10 informan yang pernah berkomentar pada konten Italian Brainrot di YouTube. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi digital, dan dokumentasi. Pemilihan informan dilakukan secara purposive sampling, sedangkan analisis data menggunakan teknik Miles dan Huberman Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 40% informan berada pada posisi dominant-hegemonic, 50% negotiated reading, dan 10% oppositional reading. Posisi negosiasi menjadi yang paling dominan karena sebagian besar informan menikmati Italian Brainrot sebagai hiburan, tetapi tetap mempertimbangkan isi konten berdasarkan masalah pribadi, pengalaman menonton, dan pengaruh lingkungan. Sebaliknya, posisi dominan dan oposisi ditempati lebih sedikit informan karena perbedaan hasil proses decoding. Hal ini terlihat bahwa Italian Brainrot sebagai teks yang bersifat polisemi menghasilkan pemaknaan yang beragam. Walaupun menerima paparan konten yang sama melalui rekomendasi algoritma YouTube, Generasi Alpha tetap berperan aktif dalam menerima, menegosiasikan, maupun menolak makna yang mereka bangun sendiri.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM MUNISA FEBRIANTI |
| Department | Ilmu Komunikasi |
| Uncontrolled Keywords | Resepsi audiens, Generasi Alpha, Italian Brainrot, Humor Absurd, YouTube. |
| Divisions | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya > S1 - Ilmu Komunikasi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 18 Oct 2026 16:08 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:24 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/33371 |
