TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40715-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (218kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40715-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40715-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (212kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40715-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (231kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40715-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (233kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40715-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (531kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40715-Chapter5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (325kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40715-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (179kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40715-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (183kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40715-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (970kB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis proses pemaknaan simbol dalam Tari Tuk-Tuk Brug melalui interaksi sosial masyarakat Desa Randualas, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, menggunakan teori Interaksionisme Simbolik George Herbert Mead (mind, self, society). Tari Tuk-Tuk Brug merupakan kesenian tradisional yang lahir dari peristiwa pageblug dan hingga saat ini masih dilestarikan sebagai bagian dari identitas budaya lokal Kabupaten Madiun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan paradigma konstruktivis, teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, serta analisis data model Miles dan Huberman. Enam informan dipilih secara purposive sampling, yaitu Pak Bambang (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan), Mbah Siman (budayawan), Pak Suroso (Ketua Sanggar), Mbah Hardiono (pelatih tari), Mbah Tris (tokoh masyarakat), dan Mbah Parti (masyarakat umum), dengan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol-simbol dalam pertunjukan seperti kentongan, cangkul, cap tangan merah, gerakan menunjuk-nunjuk, dan warna merah-hitam kostum siluman terbentuk dari pengalaman kolektif warga menghadapi pageblug, kemudian diwariskan melalui tradisi lisan sesepuh kepada pelaku sanggar. Seluruh informan menunjukkan kesamaan pemaknaan meskipun berlatar belakang sosial berbeda, dan penjiwaan penari terbukti dapat diterima penonton sehingga simbol-simbol tersebut telah menjadi significant symbol yang memicu makna yang sama pada kedua belah pihak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa proses pemaknaan simbol dalam Tari Tuk-Tuk Brug berlangsung melalui interaksi sosial yang berkelanjutan antara mind, self, dan society, dengan makna yang terus diperbarui setiap kali kesenian ini dipentaskan meskipun fungsinya telah bergeser dari ritual sakral menjadi pertunjukan budaya.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM DIMAS KUSUMA NUGRAHA |
| Department | Ilmu Komunikasi |
| Uncontrolled Keywords | Interaksionisme Simbolik; Mind; Self; Society; Proses Pemaknaan; Tari Tuk-Tuk Brug; Kabupaten Madiun |
| Divisions | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya > S1 - Ilmu Komunikasi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 18 Oct 2026 16:07 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:24 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/33362 |
