TRUNOJOYO-Tugas Akhir-21820-170511100052_COVER.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (436kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-21820-170511100052_ABSTRACT.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (263kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-21820-170511100052_CHAPTER I.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (141kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-21820-170511100052_CHAPTER II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (756kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-21820-170511100052_CHAPTER III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (778kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-21820-170511100052_CHAPTER IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (887kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-21820-170511100052_CHAPTER V.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (268kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-21820-170511100052_REFERENCES.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (359kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-21820-170511100052_APPENDICES.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (348kB)
Abstract
Pengucapan yang benar dalam bahasa Madura sangat penting untuk memahami apa yang dimaksud pembicara. Hal ini dikarenakan perbedaan suara dapat mengubah arti kata. Namun, beberapa vokal Madura memiliki kemiripan bunyi. Salah satunya adalah vokal [ɨ] dan [ɤ]. Kemiripan tersebut dapat dibedakan dengan melihat ciriciri dari vokal dan perbedaan nilai forman. Oleh karena itu, penelitian ini membahas tentang ciri-ciri vokal bahasa Madura dan apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara laki-laki dan perempuan pada nilai F1 dan F2 atau tidak. Tidak hanya fokus pada dua vokal, tetapi juga semua kemungkinan vokal di Madura, seperti [i], [ɨ], [ɤ], [u], [ɛ], [ə], [a], dan [ɔ].
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. 1.440 data dihasilkan oleh penutur lama Pamekasan berusia 40-50 tahun dengan pengulangan sebanyak tiga kali. Itu dikumpulkan dengan menggunakan perekam praktis Zoom H6 portabel solid-state di ruangan yang tenang. Penulis menggunakan dua cara untuk menganalisis data, yaitu analisis akustik untuk mengetahui karakteristik vokal dan analisis statistik untuk mengetahui perbedaan nilai forman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suara yang dihasilkan oleh penutur tua Pamekasan dapat dipahami dengan jelas dan benar. Frekuensi suara partisipan pada umumnya menurun seiring bertambahnya usia. Nilai formant secara individual juga berbeda. Ini mungkin disebabkan oleh beberapa faktor seperti kondisi seseorang dan bentuk organ penghasil suara orang tersebut. Karakteristik masing-masing vokal berbeda dan terdapat perbedaan yang signifikan antara laki-laki dan perempuan pada nilai F1 dan F2. Nilai forman (F1 dan F2) memiliki sig2-tailed 0,00 lebih kecil dari 0,05, artinya terdapat perbedaan yang signifikan. Studi ini dapat menjadi dokumentasi bahasa terkait akustik vokal Madura yang dihasilkan oleh penutur tua di Pamekasan dan menambah pengetahuan dalam ranah fonetik dan fonologi.
Kata kunci: Kajian akustik, vokal Madura, penutur tua
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM DHILLAN DHOLIILA WISA |
| Department | Sastra Inggris |
| Uncontrolled Keywords | Acoustic study, Madurese vowels, old speakers |
| Divisions | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya > S1 - Sastra Inggris |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 18 Oct 2026 15:50 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:24 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/33284 |
