TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40678-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (194kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40678-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40678-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (211kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40678-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (291kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40678-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (311kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40678-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (4MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40678-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (172kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40678-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (222kB)
Abstract
Komentar netizen di media sosial sering mengandung makna implisit dalam bentuk presuposisi, terutama dalam diskusi politik di mana pengguna cenderung menyampaikan opini, kritik, dan harapan secara tidak langsung. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi tipe-tipe presuposisi yang ditemukan dalam komentar netizen pada unggahan Instagram DPR RI terkait Tuntutan 17+8, dan (2) menganalisis pemicu linguistik dari setiap presuposisi tersebut. Penelitian ini menggunakan teori enam tipe presuposisi dari Yule (1996), yang didukung oleh klasifikasi pemicu presuposisi dari Huang (2014). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode observasi non partisipatif dan teknik purposive sampling. Sebanyak 50 komentar dipilih dari satu unggahan resmi akun Instagram @dpr_ri terkait Tuntutan 17+8. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana (2014). Temuan menunjukkan bahwa dari lima puluh komentar terpilih yang diambil dari unggahan Instagram resmi @dpr_ri mengenai 17+8 Tuntutan, keenam jenis presuposisi yang diusulkan oleh Yule (1996), yaitu eksistensial, faktif, leksikal, struktural, non-faktif, dan kontrafaktual, teridentifikasi. Presuposisi eksistensial muncul paling sering dengan 14 data, sedangkan presuposisi non-faktif ditemukan paling jarang dengan 4 data. Pemicu utama meliputi frasa nomina, kuantifikasi, verba faktif, bentuk pertanyaan WH, penanda leksikal pengulangan atau perubahan, konstruksi cleft, kalimat kondisional, dan klausa temporal. Di antara pemicu ini, frasa nomina muncul paling sering dengan 14 data, sedangkan konstruksi cleft dan klausa temporal paling jarang, masing-masing hanya dengan 1 data. Temuan ini menunjukkan bahwa presuposisi banyak digunakan oleh netizen sebagai strategi untuk menyampaikan makna implisit seperti kritik, harapan, dan ketidakpuasan terhadap DPR RI.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM AMALIA HASAN |
| Department | Sastra Inggris |
| Uncontrolled Keywords | Pragmatics;Presupposition;Instagram;17+8 Demands;DPR RI |
| Divisions | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya > S1 - Sastra Inggris |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 18 Oct 2026 15:29 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:24 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/33178 |
