TRUNOJOYO-Tugas Akhir-21794-ABSTRACT.pdf
Download (191kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-21794-COVER.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (541kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-21794-Chapter 1.pdf
Download (309kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-21794-Chapter 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (533kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-21794-Chapter 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (213kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-21794-Chapter 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (536kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-21794-Chapter 5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (497kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-21794-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (186kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-21794-DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (200kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-21794-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (411kB)
Abstract
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana stigma dan labeling masyarakat non-difabel Madura terhadap kaum difabel di Madura. Subyek dari penelitian ini adalah masyarakat Madura dengan karakteristik tertentu seperti yang sudah ditetapkan. Suku Madura lekat dengan slogan “Settong Dârâ” yang artinya “Satu darah” slogan tersebut berarti bahwa suku Madura sangat menjunjung tinggi rasa kepedulian terhadap sesama. Dengan karakter khas tersebut apakah pemaknaan atau cara pandang mereka juga sama terhadap orang-orang yang memiliki kondisi berbeda salah satunya kaum difabel.
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Teknik penentuan informan melalui teknik purposive sampling. Metode yang digunakan untuk menganalisis data adalah menggunakan metode reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Adapun untuk menguji keabsahan data menggunakan trangulasi sumber, metode, dan teori.
Hasil penelitian menunjukkan dari temuan bahwa beberapa stigma yang diberikan terhadap penyandang difabel diantaranya stigma bahwa seorang difabel perlu dikasihani dan dibantu, stigma bahwa seorang difabel tidak dapat berkontribusi diberbagai bidang, serta stigma bahwa difabel memiliki harapan untuk meraih keberhasilan. Adapun dua jenis labeling yang masih dominan diberikan terhadap difabel diantaranya yaiu seorang difabel dianggap sebagai orang yang ‘istimewa’ serta labeling bahwa difabel dianggap sebagai orang yang ‘tidak normal’. Pengaruh dari stigma dan labeling tersebut menunjukkan dampak yang nyata bagi para penyandang difabel. Sikap yang diberikan terhadap seorang difabel menunjukkan bahwa bagi seseorang yang memiliki pemahaman dan kepedulian terhadap para penyandang difabel mereka akan memberikan pendampingan bahkan pendidikan untuk membantu mengarahkan mereka dalam memperoleh pengetahuan. Sedangkan sebagian orang juga ada yang menggunakan cara kasar untuk menghadapi seorang difabel. Masyarakat Madura memiliki harapan yang baik bagi para penyandnag difabel tapi hanya sebagian orang yang mengetahui dan memahami cara untuk memberikan perlakuan serta dukungan dengan tepat terhadap seorang difabel.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM SUMARNI |
| Department | Ilmu Komunikasi |
| Uncontrolled Keywords | Difabel, Stigma dan Labeling, Komunikasi Antar Budaya |
| Divisions | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya > S1 - Ilmu Komunikasi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 18 Oct 2026 15:21 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:24 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/33137 |
