TEKNIK BUDIDAYA DAN PENGELOLAAN ORGANIK BAYAM HORENSO (Spinacia oleracea L.) DI PO. SAYUR ORGANIK MERBABU PRAKTIK KERJA LAPANG

INTAN LAELANI (2026) TEKNIK BUDIDAYA DAN PENGELOLAAN ORGANIK BAYAM HORENSO (Spinacia oleracea L.) DI PO. SAYUR ORGANIK MERBABU PRAKTIK KERJA LAPANG. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-40662-230311100020-Laporan PKL.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-40662-230311100020-Laporan PKL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Praktik Kerja Lapang (PKL) merupakan bentuk pembelajaran berbasis pengalaman yang krusial untuk menjembatani teori akademis di perkuliahan dengan realitas industri di sektor pertanian. Laporan ini bertujuan untuk mengkaji dan memahami secara komprehensif teknik budidaya dan pengelolaan pascapanen tanaman bayam horenso (Spinacia oleracea L.) secara organik di PO. Sayur Organik Merbabu, yang berlokasi di lereng Gunung Merbabu, Kopeng, Jawa Tengah. Kegiatan PKL dilaksanakan mulai tanggal 02 Januari 2026 hingga 02 Februari 2026. Metode pelaksanaan meliputi keterlibatan langsung di lapangan, pengumpulan data primer melalui observasi pertumbuhan vegetatif, serta pengumpulan data sekunder dari literatur relevan.

Tahapan budidaya organik yang diterapkan di lokasi magang meliputi persemaian menggunakan benih hibrida, pengolahan lahan dengan metode minimum tillage (olah tanah minimum), pemupukan dasar menggunakan kombinasi pupuk kandang kambing dan ayam serta penambahan agens hayati (Pseudomonas, Trichoderma, dan Beauveria bassiana), penanaman dengan sistem monokultur, hingga pemeliharaan intensif yang mencakup penyulaman, penyiraman, penyiangan gulma, dan pemberian Pupuk Organik Cair (POC). Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) difokuskan pada metode kultur teknis dan mekanis tanpa bahan kimia sintetis. Pemanenan dilakukan secara manual pada umur 35–40 hari setelah tanam ketika kualitas daun mencapai optimal. Penanganan pascapanen mencakup sortasi, grading, penimbangan dengan berat standar 250 gram per kemasan, pengemasan menggunakan plastik OPP, dan pelabelan sebelum distribusi.

Hasil pengamatan parameter vegetatif selama tiga minggu setelah tanam (MST) menunjukkan peningkatan pertumbuhan yang stabil dan konsisten. Rata-rata jumlah daun meningkat signifikan dari 8–9 helai pada 1 MST menjadi 19–22 helai pada 3 MST. Sementara itu, rata-rata tinggi tanaman mengalami pertambahan dari kisaran 11–12 cm pada 1 MST hingga mencapai 16–17 cm pada 3 MST. Pertumbuhan yang optimal ini membuktikan bahwa suplai unsur hara makro dan mikro dari dekomposisi bahan organik mampu memenuhi kebutuhan nutrisi fisiologis tanaman secara berkelanjutan. Kesimpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa sistem budidaya yang diterapkan di PO. Sayur Organik Merbabu berhasil menghasilkan produk sayuran daun yang aman, berkualitas tinggi, dan ramah lingkungan.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
INTAN LAELANI
Department Agroekoteknologi
Uncontrolled Keywords Bayam horenso; Pertanian organik; Praktik kerja lapang; Pascapanen; Budidaya tanaman
Divisions Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 18 Oct 2026 15:15
Last Modified 24 Oct 2026 17:24
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/33117

Actions (login required)

View Item
View Item