TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40641-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (226kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40641-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40641-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (295kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40641-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (301kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40641-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (334kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40641-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (429kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40641-Chapter5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (797kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40641-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (254kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40641-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (273kB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi resiliensi tokoh utama dalam novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati karya Brian Khrisna serta menganalisis tanda-tanda berupa denotasi, konotasi, dan mitos yang membentuk makna resiliensi dalam novel tersebut. Fokus penelitian ini terletak pada tokoh utama digambarkan dalam menghadapi berbagai tekanan hidup, penderitaan, dan pengalaman traumatis yang kemudian membentuk karakter resiliensinya.rnPenelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dengan pendekatan kualitatif. Teori yang digunakan adalah teori representasi Stuart Hall dan teori resiliensi Reivich & Shatté, sedangkan metode analisis menggunakan semiotika Roland Barthes. Dalam semiotika Barthes, makna dianalisis melalui tiga lapisan, yaitu denotasi sebagai makna literal, konotasi sebagai makna yang dipengaruhi oleh nilai budaya dan pengalaman sosial, serta mitos sebagai makna ideologis yang menaturalisasi nilai tertentu. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, observasi nonpartisipatif terhadap teks, dan kajian literatur. Objek penelitian adalah novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati dengan 25 data yang dianalisis. Analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi tanda-tanda berupa narasi, dialog, dan simbol yang merepresentasikan resiliensi tokoh utama.rnHasil penelitian menunjukkan bahwa representasi ketahanan tokoh utama dibangun melalui berbagai aspek, seperti kemampuan dalam mengelola emosi, bertahan di tengah tekanan, menerima kenyataan hidup, serta menemukan makna di balik penderitaan. Pada tingkat denotasi, ketahanan terlihat melalui tindakan konkret tokoh dalam menghadapi konflik dan kesulitan hidup. Pada tingkat konotasi, tindakan tersebut mencerminkan nilai-nilai seperti keteguhan, harapan, dan kekuatan batin. Sementara itu, pada tingkat mitos, ketahanan dimaknai sebagai ideologi tentang manusia yang tangguh, yang mampu bangkit dari keterpurukan dan menjadikan penderitaan sebagai bagian dari proses pendewasaan. Dengan demikian, novel ini tidak hanya menyajikan cerita, tetapi juga membangun makna ketahanan sebagai nilai kehidupan yang penting.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM LINDA FIRZA YUNAIDA |
| Department | Ilmu Komunikasi |
| Uncontrolled Keywords | representasi resiliensi, ketahanan, semiotika Barthes, denotasi, konotasi, mitos |
| Divisions | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya > S1 - Ilmu Komunikasi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 18 Oct 2026 14:54 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:24 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/33026 |
