TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32713-APPENDICES.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (331kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32713-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (37kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32713-REFERENCES.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (162kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32713-CONCLUSION.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (38kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32713-CHAPTER 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (219kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32713-CHAPTER 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (165kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32713-CHAPTER 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (119kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32713-chapter 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (97kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32713-COVER.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (837kB)
Abstract
Proses rantai pasok yang panjang membuat perusahaan banyak memiliki risiko yang berdampak pada kualitas, kuantitas dan kontinyuitas di perusahaan tembakau dalam memasok ke perusahaan-perusahaan rokok. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui struktur jaringan rantai pasok tembakau, mengetahui risiko pada setiap tingkatan struktur jaringan rantai pasok tembakau dan mengevaluasi risiko manajemen rantai pasok tembakau PT Bawang Mas. Metode yang digunakan yaitu berupa analisis kualitatif deskriptif, dan analisis Failure Mode and Effect Analysis. Hasil penelitian ini yaitu struktur rantai pasok tembakau di PT Bawang Mas terdiri dari pemasok tembakau yang terdiri dari petani tembakau Madura dan pedagang tembakau bandol, agroindustri pengplahnya adalah PT Bawang Mas dan Konsumennya adalah perusahaan rokok. Risiko pada setiap tingkatan struktur jaringan rantai pasok tembakau PT Bawang Mas yaitu: (a). Risiko yang terkait dengan pemasok yaitu berupa tidak mendapatkan tembakau karena perubahan cuaca, tidak mendapatkan grade tinggi, dan tidak mendapatkan grade yang seragam. (b). Risiko yang terkait dengan proses operasi di PT Bawang Mas yaitu pada kegiatan penerimaan bahan baku berupa risiko mendapatkan tembakau dengan jumlah dan jenis tembakau berbeda dengan ketentuan awal yang disepakati karena proses penerimaan tidak dikawal dengan ketat. Risiko pada kegiatan sortasi berupa mendapatkan tembakau tidak seragam karena proses sortasi tidak teliti. Risiko kegiatan pengemasan berupa mendapatkan aroma tembakau berkurang dan tembakau terkontaminasi karena kemasan rusak dan berlubang. Risiko pada kegiatan penyimpanan berupa kualitas tembakau menurun karena sirkulasi gudang penyimpanan kurang bagus, terdapat serangan hama tikus, kutu, dan kapang dan tekanan tumpukan berlebih. (c). Risiko terkait dengan kegiatan pendistribusian kepada konsumen perusahaan rokok berupa tembakau rusak karena lama di perjalanan dan perlakuan pengangkutan yang tidak tepat. Evaluasi untuk mengurangi risiko berdasarkan analisis FMEA yang memiliki peringkat tertinggi dengan nilai RPN sebesar 337 yaitu pada kegiatan pengadaan bahan. Hal yang dapat dilakukan utnuk mengurangi risiko pada kegiatan ini yaitu: diversifikasi sumber pasokan, membangun kemitraan yang lebih baik, menyediakan bantuan teknis penggunaan bibit unggul, membuat kontrak jangka panjang, memberikan pelatihan sortasi dan penggunaan mesin.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ARDI HABIBI |
| Department | Teknologi Industri Pertanian |
| Uncontrolled Keywords | Failure Mode and Effect Analysis, Risk, Supply Chain, Tobacco |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:04 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:46 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/3297 |
