TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40596-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (152kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40596-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (590kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40596-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (141kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40596-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (229kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40596-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (463kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40596-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40596-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (128kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40596-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (165kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40596-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (188kB)
Abstract
Dunaliella salina merupakan mikroalga halofilik uniseluler hijau yang tumbuh pada salinitas ekstrem salah satunya kolam produksi garam metode tunnel. Pertumbuhan sel Dunaliella salina dan kandungan beta karotennya sangat bergantung pada variasi salinitas media. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai kelimpahan sel dan kandungan beta-karoten Dunaliella salina pada berbagai salinitas berbeda pada kolam produksi garam metode tunnel dan kultur skala laboratorium. Terdapat lima kolam produksi garam metode tunnel meliputi kolam air baku, kolam bozem, kolam peminihan, kolam kristalisasi, dan limbah bittern, Sedangkan pada kultur skala laboratorium terdapat variasi salinitas yang digunakan, yaitu 15 ppt, 30 ppt, 45 ppt, dan 60 ppt. Hasil kultur Dunaliella salina dikeringkan menggunakan metode freeze drying pada suhu beku -50℃ dan diuji menggunakan spektrofotometri untuk mengetahui kandungan beta-karoten mikroalga ini pada setiap salinitas. Penelitian ini dirancang dengan model eksperimental dan rancangan acak lengkap faktorial. Hasil penelitian menunjukan pada kolam produksi garam didapat nilai kelimpahan tertinggi pada kolam air baku sebesar 27.333 sel/L dan tidak didapat kelimpahan sel (0 sel/L) pada kolam kristalisasi dan limbah bittern. Sedangkan pada kultur skala laboratorium kepadatan sel Dunaliella salina tertinggi didapati pada salinitas 15 ppt sebesar 677.708 ± 53.668 sel/mL, sedangkan kepadatan sel terendah pada salinitas 60 ppt sebesar 445.833 ± 22.960 sel/mL. Variasi salinitas secara signifikan dapat mempengaruhi kandungan beta-karoten Dunaliella salina. Perlakuan salinitas tertinggi (60 ppt) mampu menghasilkan rata-rata kandungan beta-karoten sebesar 1,320 ± 0,01 µg/g. Sedangkan perlakuan salinitas terendah (15 ppt) menghasilkan rata-rata kandungan beta karoten sebesar 0,074 ± 0,01 µg/g. Secara keseluruhuan hasil penelitian menunjukkan bahwa rentang salinitas yang berbeda dapat mempengaruhi karakteristik morfologi, warna, kelimpahan dan kandungan beta-karoten Dunaliella salina.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ALDY NUR FAQIH |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | Dunaliella salina;Beta Karoten;Variasi salinitas;Mikroalga Halofilik |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 18 Oct 2026 14:06 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:24 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/32833 |
