TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40594-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (194kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40594-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40594-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (229kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40594-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (376kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40594-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (204kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40594-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (324kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40594-Chapter5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (821kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40594-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (168kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40594-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (187kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40594-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (444kB)
Abstract
Tujuan penelitian ini untuk menggali dinamika komunikasi Oldest Child Syndrome atas ekspetasi Orang Tua. Fokus penelitian ini diarahkan pada pemaknaan pengalaman subjektif anak pertama terhadap ekspektasi yang diberikan oleh Orang Tua melalui dinamika komunikasi sehari-hari, serta bagaimana dinamika komunikasi tersebut membentuk karakteristik Oldest Child Syndrome pada Anak Sulung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek penelitian ini yaitu Anak Sulung berusia 18-25 tahun yang mengalami Oldest Child Syndrome dan Orang Tua. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, Observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan pendekatan fenomenologi oleh Alfred Schutz yang bertujuan memahami pengalaman hidup informan melalui konsep life world, because motive, in order to motive, serta intersubjektivitas. Teknik Keabsahan Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Teknik Triangulasi sumber dan Triangulasi Teknik.rnHasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika komunikasi antara Orang Tua dan Anak Sulung berlangsung melalui komunikasi terbuka, pengingat, arahan, pemberian tanggung jawab, dukungan, serta komunikasi tidak langsung. Ekspektasi Orang Tua kemudian dimaknai oleh Anak Sulung sebagai bagian dari identitas dirinya sebagai anak pertama. Dinamika komunikasi yang berlangsung secara terus-menerus membentuk karakteristik Oldest Child Syndrome pada Anak Sulung, seperti kecenderungan dominan, mandiri, bertanggung jawab, dan ambisius. Komunikasi keluarga yang terbuka dan suportif membuat ekspektasi dimaknai sebagai bentuk dukungan dan motivasi, sedangkan komunikasi yang bersifat satu arah cenderung menimbulkan tekanan emosional pada Anak Sulung.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ARISLAWATI LINTANG AZHARI |
| Department | Ilmu Komunikasi |
| Uncontrolled Keywords | Dinamika Komunikasi; Oldest Child Syndrome; Ekspetasi Orang Tua; Anak Sulung |
| Divisions | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya > S1 - Ilmu Komunikasi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 18 Oct 2026 14:04 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:24 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/32823 |
