TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40591-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (583kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40591-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40591-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (533kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40591-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (723kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40591-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (557kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40591-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40591-Chapter5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40591-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (506kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40591-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (524kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40591-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menggali bentuk ekspresi diri remaja fatherless di media sosial TikTok serta memahami bagaimana ekspresi tersebut berfungsi sebagai strategi koping dalam menghadapi kerentanan emosional akibat ketiadaan figur ayah. Fokus penelitian diarahkan pada pengalaman subjektif remaja yang tumbuh tanpa kehadiran ayah dan bagaimana mereka memanfaatkan TikTok sebagai ruang keterbukaan diri (self-disclosure), pencarian dukungan sosial, serta sarana pengelolaan emosi di era digital.rnPenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Subjek penelitian adalah remaja berusia 15-21 tahun yang mengalami kondisi fatherless (kehilangan atau ketiadaan figur ayah, baik karena perceraian, kematian, maupun pengabaian peran). Objek penelitian adalah ekspresi diri Remaja Fatherless sebagai strategi koping di media sosial Tiktok. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi terhadap konten TikTok informan, serta dokumentasi. Analisis data menggunakan pendekatan fenomenologi yang dikembangkan oleh John W. Creswell yang bertujuan menggali makna esensial dari pengalaman subjektif informan terhadap fenomena yang diteliti. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik.rnHasil penelitian menunjukkan bahwa remaja fatherless memanfaatkan TikTok sebagai ruang katarsis emosional dan strategi emotion-focused coping. Ekspresi diri dilakukan melalui unggahan video, narasi personal, penggunaan musik yang merepresentasikan perasaan kehilangan, serta kutipan motivasi. Interaksi berupa komentar, likes, dan pesan dukungan dari pengguna lain berfungsi sebagai dukungan emosional dan penghargaan yang membantu memperkuat resiliensi serta membangun identitas diri. TikTok tidak hanya menjadi media hiburan, tetapi juga ruang psikososial alternatif yang membantu remaja fatherless mengelola emosi dan membentuk makna positif atas pengalaman hidupnya.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM LAILA MIFTAHUL JANAH |
| Department | Ilmu Komunikasi |
| Uncontrolled Keywords | Fatherless;Ekspresi Diri;TikTok;Strategi Koping;Self-Disclosure |
| Divisions | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya > S1 - Ilmu Komunikasi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 18 Oct 2026 14:01 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:24 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/32806 |
