TRUNOJOYO-Tugas Akhir-31606-Abstract.pdf
Download (54kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-31606-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (932kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-31606-Chapter 1.pdf
Download (117kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-31606-Chapter 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (173kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-31606-Chapter 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (155kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-31606-Chapter 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (169kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-31606-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (48kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-31606-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (123kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-31606-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (813kB)
Abstract
Ulat grayak (Spodoptera frugiperda) merupakan hama tanaman jagung yang mampu menurunkan hasil panen hingga 80%. Diperlukan pengendalian secara terpadu tanpa merusak ekosistem salah satunya melalui bioinsektisida berbahan aktif bakteri Bacillus thuringiensis. Mahalnya bahan pembuatan bioinsektisida terutama pada media tumbuh bakteri menjadi salah satu kendala bagi petani dan masyarakat, dibutuhkan alternatif menggunakan bahan lokal seperti kacang hijau dan kedelai yang mengandung nutrisi karbohidrat, protein, asam amino esensial dan non-esensial yang sesuai dengan syarat tumbuh bakteri yakni pH 6,5-7,5 serta suhu 40-70°C. Penelitian dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu peremajaan bakteri, kultur bakteri, perancangan formula, serta pengujian yang meliputi uji daya tumbuh bakteri, karakterisasi dan viabilitas formula serta toksisitas formula. Bioinsektisida dibuat dalam bentuk cair menggunakan bahan berupa isolat Bacillus thuringiensis, media Nutrient Broth (NB), agar, TiO2, Natrium nitrat (NaNO3) 1%, Asam sitrat (C6H8O7) 0,1%, Gliserol 20%, tepung kacang hijau, tepung kedelai, dan aquades. Hasil penelitian diperoleh bahwa terjadi perbedaan waktu daya tumbuh bakteri pada media NB, kacang hijau, dan kedelai selama 24 jam. Media NB dan kedelai terjadi peningkatan koloni hingga pengujian jam ke-12 sedangkan pada kacang hijau terjadi hingga jam ke-16. Jumlah koloni tertinggi pada media NB yaitu 155 x 107 cfu/ml. Formula bioinsektisida kacang hijau mempunyai karakterisasi paling baik dibandingkan formula kedelai. Formula bioinsektisida kacang hijau mempunyai viabilitas paling sesuai terhadap pertumbuhan Bacillus thuringiensis dibandingkan formula kedelai dengan nilai terbesar pada masa penyimpanan 8 minggu yaitu 214 x 108 cfu/ml. Berdasarkan nilai mortalitas, lethal concentration (LC), dan lethal time (LT) diketahui bahwa formula bioinsektisida kacang hijau konsentrasi 15% paling efektif dalam membunuh larva Spodoptera frugiperda dibandingkan dengan konsentrasi 5% dan 10% serta pada formula kedelai disemua konsentrasi, dengan nilai mortalitas 60% serta mampu membunuh 50% larva uji dengan LC50 sebesar 10,5% dan LT50 70,2 jam.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ADINDA ROHMAH JULIVIA |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | Bacillus thuringiensis;Bioinsektisida;Kacang hijau;Kedelai;Spodoptera frugiperda |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 18 Oct 2026 13:39 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:23 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/32723 |
