TRUNOJOYO-Tugas Akhir-31563-200331100108_Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (180kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-31563-200331100108_Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (354kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-31563-200331100108-Chapter 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (150kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-31563-200331100108-Chapter 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (256kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-31563-200331100108-Chapter 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (388kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-31563-200331100108-Chapter 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (554kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-31563-200331100108-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (138kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-31563-200331100108-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (167kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-31563-200331100108-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (811kB)
Abstract
Temulawak (Curcuma xanthorrhiza roxb) merupakan tanaman yang memiliki kandungan curcumin dan xanthorrhizol tinggi. Temulawak memiliki kandungan senyawa bioaktif yang mempunyai banyak manfaat, akan tetapi cenderung rentan terhadap degradasi akibat faktor lingkungan seperti cahaya, oksigen, dan suhu. Enkapsulasi dapat menjadi solusi penting untuk melindungi senyawa dari degradasi, sehingga mempertahankan kestabilan dan khasiatnya selama penyimpanan dan konsumsi. Teknologi ini selain dapat mempertahankan komponen bioaktif juga mampu mempertahankan flavour. Penyalut yang digunakan dalam mikroenkapsul temulawak ini yaitu natrium alginat. Natrium alginat digunakan untuk menstabilkan campuran, dispersi dan emulsi, yang berkaitan dengan sifatnya sebagai pembentuk gel. Pengeringan semprot (spray drying) dipilih sebagai metode dalam proses enkapsulasi karena efisiensinya dalam menghasilkan partikel-partikel mikro yang homogen dan stabil. Namun, untuk mencapai efisiensi optimal, diperlukan optimasi dengan berbagai parameter seperti suhu inlet, konsentrasi alginat, dan laju alir umpan pada proses pengeringan semprot. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menentukan optimasi proses enkapsulasi ektrak temulawak yang tepat dengan response surface method menggunakan mesin spray dryer. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa analisis menggunakan response surface methodology (RSM) dengan rancangan central composite design (CCD) diperoleh model yang disarankan untuk mengolah data masing-masing respon yaitu model kuadratik. Solusi optimal formulasi dari software memperoleh hasil formulasi yaitu kombinasi laju pengumpanan sebesar 5 ml/menit, perbandingan enkapsulan 1 gram dengan suhu inlet 120 (C°). Berdasarkan solusi tersebut, diprediksi akan menghasilkan enkapsulasi dengan nilai respon antioksidan sebesar 59.88%, kurkumin sebesar 2.94%, flavonoid sebesar 23.75% dan granula sebesar 6.09 (μm) dengan nilai desirability dari solusi tersebut yaitu sebesar 0,844 atau 84,4%.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM DEVI FEBRIYANTI |
| Department | Teknologi Industri Pertanian |
| Uncontrolled Keywords | Alginat;Enkapsulasi;Spray Dryer;Temulawak |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 18 Oct 2026 13:12 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:23 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/32613 |
