TRUNOJOYO-Tugas Akhir-31561-ABSTRACT.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (90kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-31561-COVER.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (641kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-31561-CHAPTER 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (48kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-31561-CHAPTER 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (126kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-31561-CHAPTER 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (240kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-31561-CHAPTER 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (521kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-31561-CONCLUSION.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (41kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-31561-REFERENCES.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (175kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-31561-APPENDICES.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract
Cabe jamu banyak ditemukan di Indonesia terutama di Jawa, Lampung, Sumatera, Bali, Nusa Tenggara, dan Kalimantan. Komoditi perkebunan yang dapat mendukung berdirinya industri obat tradisional adalah cabe jamu atau dikenal dengan sebutan cabe jawa (Piper Retrofractum Vahl). Perbedaan cabe jamu pada tiap daerah di Indonesia memiliki bergantung pada kondisi geografis daerah tertentu. Cabe jamu yang digunakan dalam penelitian ini dari daerah Sumenep, Banyuwangi, Lampung dan Wonogiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk menganalisis deskriptif cabe jamu dari berbagai daerah produksi di Indonesia dan mengetahui pengaruh daerah produksi terhadap karakteristik fisikokimia cabe jamu. Penelitian ini dilakukan agar mengetahui cabe jamu yang memiliki kualitas terbaik dari bebagai daerah di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Parameter uji antara lain kadar air, Aw, warna lightness, a* (merah-hijau), b* (biru-kuning), kadar piperin dan aktivitas antioksidan yang kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan one-way anova. Hasil yang didapatkan dari semua uji akan dianalisis menggunakan one-way anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar piperine tertinggi cabe jamu dari Kabupaten Lampung sedangkan yang paling rendah Kabupaten Sumenep. Rata-rata aktivitas antioksidan tertinggi pada cabe jamu dari Kabupaten Banyuwangi sedangkan yang paling rendah dari Kabupaten Wonogiri. Uji kualitatif kandungan senyawa kimia dengan GC-MS menunjukkan bahwa cabe jamu mengandung Lycoxanthin, Cedrene, 8-Heptadecene, 2,4 Decadienamide, N-isobutyl, 2,4 Pentadienoic acid, 5-(1,3-benzodioxol-5-yl)-, methyl ester, Phen-1,4-diol, 2,3-dimethyl-5-trifluoromethyl, Pipernonaline. Daerah produksi berpengaruh signifikan terhadap Aw, a* (merah-hijau) dan aktivitas antioksidan namun berpengaruh tidak signifikan terhadap kadar air, L (lightness), b* (biru-kuning), dan juga piperine.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM DELLA NECA VALENTINA KURNIA |
| Department | Teknologi Industri Pertanian |
| Uncontrolled Keywords | Antioksidan, Cabe Jamu, GC-MS, Piperine |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 18 Oct 2026 13:10 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:23 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/32605 |
