TRUNOJOYO-KP-31539-210321100109-Laporan PKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga), yang lebih dikenal sebagai sampah, yang kehadirannya pada suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungan karena tidak memiliki nilai ekonomis (Faizah, et al. 2022). Di Indonesia sebagai Negara kepulauan memiliki potensi pohon kelapa yang melimpah, bisa dipastikan bahwa limbah pertanian berupa tempurung kelapa yang dihasilkan juga akan banyak. Negara Indonesia juga merupakan negara agraris yang mayoritas menanam komoditas padi. Padi menghasilkan limbah yaitu sekam, yang pada akhirnya menjadi limbah dan harus di olah menjadi sesuatu yang memiliki nilai ekonomis. Pada dasarnya, pertanian sendiri menyumbang limbah yang kebanyakan masih belum dimanfaatkan oleh masyarakat umum. Peran sektor pertanian dalam membangun ekonomi masih dianggap kecil karena perannya hanya dianggap sebagai sektor penunjang. Namun, pada kenyataannya negara Indonesia merupakan negara agraris yang memiliki keterkaitan erat dengan kebutuhan pangan yang akan selalu meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk.
Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk memanfaatkan persoalan itu adalah melalui pengolahan limbah produksi pertanian tersebut menjadi briket. Briket merupakan padatan berpori yang mengandung karbon yang dihasilkan dari bahan-bahan yang mengandung karbon dengan pemanasan pada suhu tinggi (Faizah, et al. 2022). Briket diperoleh dengan cara membakar biomassa kering tanpa udara dibentuk sedemikian rupa yang dijadikan bahan bakar alternatif. Limbah pertanian seperti sekam padi dan batok kelapa adalah biomassa yang dapat dijadikan sebagai bahanpembuatan briket. Penggunaan briket arang tempurung memberikan kontribusi pada pengurangan ketergantungan pada bahan bakar minyak dan gas khususnya bagi masyarakat kecil di perkotaan dan pada saat yang bersamaan mendukung pemanfaatan sampah tempurung kelapa sebagai bahan bakar. Konsumsi buah kelapa (cocos nucifera) tua khususnya sebagai santan di Sumenep cukup besar sehingga turut andil dalam menghasilkan sampah tempurung kelapa di pasar.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM YESI DWI HARDIANINGSIH ; MUHAMMAD ROSID |
| Department | Agribisnis |
| Uncontrolled Keywords | Pengolahan Limbah, Sekam Padi, Briket |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agribisnis |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 18 Oct 2026 12:53 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:23 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/32538 |
