TRUNOJOYO-KP-21660-180351100038-LAPORAN PKL TTD NIA.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Air merupakan kebutuhan utama bagi proses kehidupan di bumi serta
kebutuhan utama untuk organisme makhluk hidup. Air merupakan
komponen penting dalam lingkungan hidup yang akan mempengaruhi dan
dipengaruhi oleh komponen lainnya. Oleh karena itu, pengolahan Sumber
daya air sebaiknya dilakukan secara terpadu baik dalam pemanfaatan
maupun dalam pengelolaan kualitas (Slamet, 2000). Penurunan kualitas
air akan menurunkan daya guna, hasil guna, produktivitas, daya dukung
dan daya tampung dari sumberdaya air yang pada akhirnya akan
menurunkan kekayaan sumberdaya alam (Aryana, 2010).
Penurunan kualitas air dapat diakibatkan oleh bahan-bahan yang masuk
kedalam badan perairan, bahan tersebut dapat berupa bahan organik
maupun bahan anorganik. Bahan organik yang masuk dalam perairan
dalam pengukurannya dapat dilihat dari parameter Total Organic Matter
yang mana tinggih rendahnya kandungan bahan organik di dalam perain
mampu mempengaruhi kondisi kualitas perairan. Nilai kandungan bahan
organik yang tinggi dapat mempengaruhi tingkat keseimbangan perairan.
Menurut Zulkifli et.al, (2009) selain itu tingginya kandungan bahan
organik akan mempengaruhi kelimpahan organisme serta akan
menyebabkan terjadinya eutrofikasi. Material organik yang berlebihan
didalam perairan nantinya akan didekomposisi oleh mikroba yang ada
pada perairan untuk dijadikan sebgai nutrien tersedia seperti nitrat dan
fosfat.
Bentuk fosfat dalam perairan adalah ortofosfat pada umumnya fosfat
yang terdapat dalam suatu perairan dapat berasal dari kotoran manusia atau
hewan, sabun, industry pulp dan kertas, detergen. Pada dasarnya makhluk
hidup yang tumbuh di perairan memerlukan fosfat pada kondisi jumlah
tertentu. Sebaliknya, kandungan fosfat yang berlebihan akan
membahayakan kehidupan makhluk hidup tersebut. Kandungan fosfat
2
yang besar dapat meningkatkan pertumbuhan alga yang mengakibatkan
sinar matahari yang masuk ke perairan menjadi berkurang. Pengelolaan
kualitas air merupakan suatu cara untuk menjagakondisi suatu perairan
dengan parameter air yang sesuai dengan baku mutu. Pengelolaan kualitas
air yang baik dapat meningkatkan produktivitas Perairan dan kualitas Air.
Parameter – parameter yang merupakan indikator untuk melihat kualitas
air, seperti oksigen terlarut (DO), temperatur (suhu air), salinitas (kadar
garam), pH air, amonia, kecerahan,fosfatdan Total Organic Matter
(TOM).
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ROBBANIA MARDIANA |
| Department | Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Uncontrolled Keywords | KUALITAS AIR;L ORGANIC MATTER DAN FOSFAT |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 18 Oct 2026 12:49 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:23 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/32521 |
