PENGARUH PANJANG BATANG BAWAH TERHADAP TINGKAT KEBERHASILAN GRAFTING TANAMAN MANGGA GARIFTA ORANGE (MANGIFERA INDICA L) DI IP2MP CUKURGONDANG PASURUAN

NURUL (2026) PENGARUH PANJANG BATANG BAWAH TERHADAP TINGKAT KEBERHASILAN GRAFTING TANAMAN MANGGA GARIFTA ORANGE (MANGIFERA INDICA L) DI IP2MP CUKURGONDANG PASURUAN. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-40510-230311100059 Laporan PKL.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-40510-230311100059 Laporan PKL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Praktik Kerja Lapang (PKL) ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh panjang batang bawah terhadap tingkat keberhasilan sambungan grafting pada tanaman mangga Garifta Orange (Mangifera indica L.) di IP2MP Cukurgondang, Pasuruan, Jawa Timur. Metode perbanyakan vegetatif buatan yang digunakan adalah teknik sambung pucuk (grafting) dengan mengombinasikan mangga Garifta Orange sebagai batang atas (scion) dan mangga varietas Madu sebagai batang bawah (rootstock). Percobaan menggunakan desain dengan tiga variasi perlakuan panjang batang bawah, yaitu 10 cm (P10), 15 cm (P15), dan 20 cm (P20), di mana masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali untuk memperoleh akurasi data yang optimal. Parameter yang diamati meliputi persentase keberhasilan sambungan, waktu pecah tunas harian, tinggi batang atas, serta tinggi total tanaman keseluruhan. PDF
+ 3

Hasil pengamatan selama periode satu bulan menunjukkan bahwa variasi panjang batang bawah dalam rentang 10 hingga 20 cm tidak memberikan pengaruh yang berbeda secara signifikan terhadap persentase total keberhasilan hidup grafting. Seluruh perlakuan menunjukkan tingkat keberhasilan yang tinggi, di mana perlakuan P10 dan P15 mencapai persentase keberhasilan sebesar 90%, sedangkan perlakuan P20 mencapai tingkat keberhasilan mutlak sebesar 100%. Meskipun persentase kelangsungan hidup relatif setara, analisis pada parameter pertumbuhan vegetatif menunjukkan bahwa batang bawah yang lebih panjang (20 cm) memberikan respons terbaik yang lebih konsisten dan stabil dalam merangsang kecepatan pecah tunas serta mendukung pertumbuhan tinggi tanaman secara keseluruhan. Hal ini dipengaruhi oleh ketersediaan cadangan makanan, aktivitas hormon pertumbuhan, serta penyerapan air dan nutrisi yang lebih optimal dari sistem perakaran batang bawah yang lebih panjang. Secara umum, pelaksanaan teknik penyambungan di IP2MP Cukurgondang telah berjalan sesuai dengan prinsip teoritis perbanyakan tanaman hortikultura. (258 kata)

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
NURUL
Department Agroekoteknologi
Uncontrolled Keywords Mangga Garifta Orange; Batang Bawah; Grafting; Cukurgondang; Agroekoteknologi
Divisions Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 18 Oct 2026 12:33
Last Modified 24 Oct 2026 17:23
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/32458

Actions (login required)

View Item
View Item