TRUNOJOYO-Tugas Akhir-31491-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (175kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-31491-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (557kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-31491-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (108kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-31491-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (12kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-31491-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (162kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-31491-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (16kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-31491-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (159kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-31491-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3kB)
Abstract
Penggunaan obat-obat keras di Indonesia semakin sulit dikendalikan. Walaupun obat keras memiliki kegunaan untuk medis namun sebagian masyarakat Indonesia banyak disalahgunakan dan mengakibatkan efek yang berbahaya bagi kesehatan. Obat keras seharusnya dibeli dengan resep dokter namun banyak oknum yang mencari kesempatan dengan menjual secara bebas. Pil double l adalah salah satu obat yang digemari karena mudah didapatkan dan harganya yang tergolong murah. Padahal obat tersebut mempunyai efek sebagai penangkal parkinson. Walaupun tidak termasuk dalam kategori narkotika maupun psikotropika, tapi penggunaan yang semakin massif akan berdampak negatif bagi masa depan bangsa, ditambah belum ada ketentuan yang mengatur penyalahgunaan obat keras pil double l.rnrnMetode Penelitian normatif diterapkan dengan membandingkan hukum yang ada antara Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan mengintepretasikan kondisi atau hubungan yang ada, pendapat sedang tumbuh, proses yang sedang berlangsung agar dapat dijadikan ide atau konsep untuk pembaharuan atau penambahan regulasi.rnrnHasil penelitian menyatakan hukum yang ada terkait obat keras dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan terbatas pada penjualnya saja tetapi tidak mencakup pengguna atau pembeli aktif. Jika dibandingkan dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, undang-undang tersebut mempunyai hukuman dan sanksi mulai dari pengedar hingga penyalah guna narkotika. Merujuk UU Narkotika sudah seharusnya pemerintah memperbarui regulasi terkait pengguna obat keras seperti pil double l layaknya pengguna narkotika. Jika tidak ada regulasi yang mengatur secara terperinci ini akan menjadi bahaya bagi masa depan bangsa.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM MARK SAMUEL PANDOHAN |
| Department | Ilmu Hukum |
| Uncontrolled Keywords | Pengguna Obat Keras;Penegakan Hukum;Sanksi Pidana |
| Divisions | Fakultas Hukum > S1 - Ilmu Hukum |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 18 Oct 2026 12:14 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:23 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/32379 |
